
Manokwari, TopbNews. com – Proses seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat telah melewati tahapan pendaftaran dan pemeriksaan berkas administrasi.
Ketua Tim Seleksi, Muhammad Zein Wajo, menyebut mayoritas peserta berasal dari kalangan yang telah memiliki pengalaman di bidang penyelenggaraan pemilu.
Hal ini dikatakan saat ditemui di Sekretariat Pansel Anggota KPU Papua Barat, Jumat (23/5/2025).
Menurut Zein Wajo, sekitar 70 hingga 80 persen peserta seleksi pernah terlibat langsung dalam pelaksanaan pemilu, baik sebagai anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), Bawaslu, maupun KPU tingkat distrik dan kabupaten.
“Mereka ini bukan orang baru. Banyak yang sudah pernah bertugas dalam struktur kepemiluan,” ujarnya dalam keterangan pers.
Seleksi administrasi telah selesai dilaksanakan dengan sistem pendaftaran secara daring melalui aplikasi SIAKBA. Dari total 143 pendaftar, hanya 83 orang yang berhasil mengunggah dokumen secara lengkap sesuai tenggat waktu. Sementara itu, yang menyerahkan berkas fisik ke sekretariat panitia berjumlah 79 orang.

Zein Wajo menyebut pendaftar berasal dari beragam latar belakang, termasuk akademisi dan pegiat organisasi masyarakat. Meski demikian, pengalaman dalam pemilu tetap menjadi dominasi.
Dari sisi persebaran wilayah, sekitar 65 persen pendaftar berasal dari Kabupaten Manokwari, sementara sisanya tersebar di enam kabupaten lain di wilayah Papua Barat. Komposisi gender peserta mencatatkan 74 persen laki-laki dan 26 persen perempuan.
“Komposisi ini diharapkan mampu mewakili prinsip keterwakilan yang diatur dalam regulasi,” ujar Zein Wajo.
Para peserta yang lolos administrasi akan melanjutkan ke tahap Computer Assisted Test (CAT) yang dijadwalkan berlangsung tanggal 2 Juni 2025. Lokasi pelaksanaan ujian masih dalam tahap penentuan dan akan disesuaikan dengan ketentuan dari KPU RI.
“Bisa saja di Universitas Papua, SMK, atau bahkan Kantor BKN. Nanti akan kami informasikan secara resmi kepada peserta,” tambahnya.
Zein Wajo menyampaikan bahwa proses seleksi berjalan tanpa hambatan sejauh ini, berkat dukungan dari berbagai elemen, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga Ombudsman.
Ia pun menilai antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi sebagai penyelenggara pemilu merupakan sinyal positif bagi demokrasi di Papua Barat.
“Ini bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas,” tutupnya.
Penulis : Rian Lahindah