
Manokwari, TopbNews.com – Sebanyak 132 lulusan Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan II Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Aula Universitas Papua (Unipa), Manokwari, Sabtu (22/8/2026).
Wisuda tersebut menjadi momentum bagi UNCRI untuk mendorong para lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu mengambil peran dalam menghadapi perubahan dan berbagai persoalan di Tanah Papua.
Rektor UNCRI, Prof Roberth K.R. Hammar, mengatakan tantangan yang akan dihadapi para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan semakin kompleks.
Perkembangan kecerdasan artifisial, transformasi digital, dinamika dunia kerja serta persaingan global menuntut generasi muda memiliki kemampuan untuk terus beradaptasi.
Menurut Roberth, perubahan zaman semestinya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk mengembangkan kreativitas, menghasilkan inovasi dan menciptakan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas”, kata Roberth dalam sambutannya.
Ia menegaskan, kompetensi akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan tersebut. Lulusan UNCRI harus memiliki karakter yang kuat, antara lain kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama serta menjadikan cinta kasih sebagai nilai dalam kehidupan.
Tema wisuda, “Berilmu, Berkarakter, dan Berdaya Saing Menuju Masa Depan,” kata dia,
mencerminkan arah pendidikan UNCRI dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata.

Dari 132 lulusan yang dikukuhkan, sebanyak 86 orang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen, sedangkan 46 lainnya merupakan lulusan Fakultas Ilmu Hukum.
Roberth juga menyoroti kebutuhan Tanah Papua terhadap sumber daya manusia yang mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.
Para lulusan diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menghadirkan solusi atas persoalan di lingkungan masing-masing.
Selain itu, lulusan diminta ikut menjaga lingkungan, menghormati masyarakat adat, memperjuangkan keadilan serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan yang damai dan sejahtera.
“Ijazah membuktikan bahwa saudara telah menyelesaikan pendidikan, tetapi karya dan pengabdianlah yang akan membuktikan nilai pendidikan saudara. Hadirlah di tengah masyarakat sebagai bagian dari penyelesaian masalah, bukan sebagai bagian dari masalah”, tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Roberth turut menyampaikan penghargaan kepada orang tua dan keluarga wisudawan yang selama ini memberikan dukungan selama proses pendidikan.
Apresiasi juga diberikan kepada Yayasan Caritas Papua, dosen, tenaga kependidikan, pemerintah serta para mitra yang ikut mendukung perkembangan UNCRI.

Menutup sambutannya, Roberth berpesan agar para lulusan tetap menjaga nama baik almamater dan menjadikan ilmu yang diperoleh selama kuliah sebagai bekal untuk melayani masyarakat.
“Berilmulah untuk memberi solusi. Berkarakterlah untuk menjaga martabat. Berdaya sainglah untuk memenangkan masa depan. Dan di mana pun saudara berada, jadikan ilmu sebagai jalan pengabdian dan cinta kasih sebagai dasar pelayanan kepada sesama”, pungkasnya. (*)
Penulis : Rian Lahindah