
Manokwari, TopbNews.com – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, membacakan sambutan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Sabtu (22/8/2026).
Dalam sambutan tersebut, Gubernur Dominggus menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian utama dari pembangunan Papua Barat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas manusia.
“Pembangunan manusia Papua Barat tidak boleh hanya berbicara tentang pembangunan infrastruktur, apakah itu jalan, jembatan dan infrastruktur fisik lainnya. Tetapi di atas semua itu, yang sangat penting dan sangat menentukan masa depan kita adalah pembangunan manusia”, demikian sambutan Gubernur yang dibacakan Lakotani.
Ia mengatakan Papua Barat memiliki kekayaan alam yang besar, kebudayaan yang beragam, masyarakat adat dengan nilai-nilai luhur, serta generasi muda yang memiliki potensi luar biasa.
Namun, seluruh potensi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat sejak 2025 telah mengalokasikan pembiayaan melalui program Papua Barat Cerdas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Program tersebut, kata Gubernur, antara lain diarahkan untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa kurang mampu yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
Pemerintah Provinsi Papua Barat juga akan terus melakukan evaluasi terhadap pola pemberian bantuan pendidikan agar dapat menjangkau mahasiswa asal Papua Barat yang tersebar di berbagai kota studi di Indonesia maupun yang menempuh pendidikan di Manokwari.
“Perimbangan mahasiswa yang tersebar di seluruh kota-kota studi di Indonesia, tetapi juga yang ada di Manokwari dilakukan secara berimbang supaya asas pemerataan itu benar-benar dapat kita wujudkan”, ujarnya.
Kepada para wisudawan dan wisudawati, Gubernur Dominggus berpesan agar lulusan UNCRI tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Papua Barat, menurutnya, membutuhkan sarjana yang mampu berpikir kritis, bekerja secara profesional, berinovasi, membangun kewirausahaan, menjaga lingkungan, menghormati adat dan kebudayaan, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi berusahalah mencari dan menciptakan lapangan pekerjaan dan menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat kita”, pesannya.
Ia juga mengajak para lulusan untuk berani mewujudkan cita-cita melalui langkah-langkah konkret, dimulai dari lingkungan terdekat.
Menurutnya, perubahan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Para sarjana dapat mengambil peran dengan memanfaatkan ilmu dan kemampuan yang dimiliki untuk menjawab persoalan di kampung, distrik maupun kabupaten masing-masing.
“Apa yang kita impikan, dan ketika mulai melangkah untuk mewujudkan apa yang kita impikan, sesungguhnya itu masa depan kita. Jadi jangan sia-siakan apa yang kita cita-citakan itu. Wujudkan dan melangkahlah mulai dari sekarang”, katanya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Papua Barat memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Universitas diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan, penelitian, inovasi dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Gubernur berharap UNCRI terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang mampu menghasilkan sumber daya manusia berkualitas sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua Barat, Tanah Papua dan Indonesia.
Kepada para lulusan, ia berpesan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dibawa kembali dan diterapkan di tengah masyarakat.
“Bawalah ilmu Saudara kembali kepada masyarakat. Bangunlah mulai dari lingkungan, mulai dari kampung Saudara, distrik Saudara, kabupaten Saudara, dan juga provinsi serta pada cakupan yang lebih luas di tengah-tengah bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini”, tuturnya.
Menutup sambutannya, Ia mengajak para lulusan menjadikan tema wisuda sebagai prinsip dalam menjalani kehidupan setelah meninggalkan bangku kuliah.
“Jadilah generasi yang berilmu dalam berpikir, berkarakter dalam bertindak, dan berdaya saing dalam berkarya. Hari ini Saudara meninggalkan ruang kuliah, tetapi mulai hari ini pula terbuka sesungguhnya ruang pengabdian yang lebih luas”, pungkasnya. (*)
Penulis : Rian Lahindah