
Bintuni, TopbNews.com – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Tanah Merah, Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Titik api terdeteksi pada Jumat malam (21/8) dhingga Sabtu (22/8) masih menjadi perhatian petugas karena kondisi medan menyulitkan proses pemadaman.
Api pertama kali diketahui melalui pemantauan drone oleh tim pengamanan BP Berau Ltd (LNG Tangguh) sekitar pukul 20.00 WIT. Merespons laporan tersebut, tim tanggap darurat bergerak dari Pos Logpond sekitar pukul 20.15 WIT dan tiba di lokasi sekitar pukul 21.19 WIT.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman menggunakan satu unit armada pemadam kebakaran dan dua mobil tangki air milik perusahaan.
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar mengatakan upaya pemadaman berlangsung hingga dini hari. Setelah kondisi api dinilai terkendali, personel kembali ke pos sekitar pukul 04.00 WIT.
Namun, penanganan belum berhenti. Hingga Sabtu siang, petugas masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Polres Teluk Bintuni juga menyiapkan 40 personel gabungan untuk memperkuat operasi di lapangan.
Tim tersebut terdiri dari 20 personel Satuan Samapta Polres Teluk Bintuni dan 20 personel Brimob Batalyon B Bintuni.
Pasukan gabungan dipimpin Kasat Samapta Polres Teluk Bintuni IPTU Stenly A. Marani, dan dijadwalkan bergerak menuju kawasan LNG Tangguh pada Sabtu sore untuk membantu proses pemadaman.

Kendala utama yang dihadapi petugas adalah kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Selain itu, sejumlah titik api berada cukup jauh dari sumber air sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu dan upaya lebih besar.
Petugas bersama tim keamanan BP Berau Ltd terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk menemukan bara atau titik api yang masih tersisa. Proses cooling down dilakukan untuk memastikan api tidak kembali membesar.
Mewakili Kapolres Teluk Bintuni, Kasihumas Polres Teluk Bintuni IPTU Ludfi Hakim Iha mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama selama kondisi cuaca kering.
Masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok yang masih menyala, serta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.
“Untuk itu kami mengimbau masyarakat agar menghentikan kegiatan pembakaran lahan”, tegasnya.

Polres Teluk Bintuni menilai pencegahan menjadi langkah penting karena kejadian kebakaran lahan serupa telah berulang.
Masyarakat diharapkan ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas. (*)
Penulis : Marthina Marisan