
Manokwari, TopbNews – Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Daniel T. Monang Silitonga kembali dibuat kesal dengan data pendidikan di daerah ini. Bagaimana tidak, untuk kedua kalinya selama bertugas di Papua Barat, perwira bintang dua itu dihadapkan pada kenyataan soal pendidikan yang tak kunjung usai. Bahkan, Silitonga mendapati 47 orang anak buahnya yang direkrut melalui kebijakan Polisi Otsus, tidak bisa membaca.
Kenyataan ini diungkapkan Kapolda Papua Barat dalam Focus Group Discussion (FGD) bertemakan pendidikan di salah satu hotel di Manokwari, Senin (26/6).
“Kami juga merasakan rendahnya kualitas pendidikan. Dari 1.500 polisi otsus, ada 47 orang yang tidak bisa membaca. Saya merasakan ini,” kata Kapolda Silitonga.
Tak berhenti sampai disitu. Dalam rekrutmen dalam seleksi Akademi Kepolisian (AKPOL), Kapolda mengungkapkan dirinya terpaksa menurunkan standar penilaian demi mengakomodir pendaftar dari anak-anak muda Papua.
“Saya juga ingin mengungkap data. Berdasarkan data, jumlah penduduk di Papua Barat dan Papua Barat Daya yang berusia 5 hingga 24 tahun, ada 434.058 siswa. Dari jumlah itu, ada 132 ribu atau 30 persen anak yang tidak sekolah. Jika kita tidak benahi angka ini, anak-anak banyak yang tidak bisa meraih cita-citanya,” ujar kapolda saat memaparkan sejumlah data di acara yang dihadiri sejumlah komunitas pendidikan.
Ajakan Kapolda Papua Barat untuk semua pihak bergerak menyelesaikan persoalan pendidikan diamini sejumlah narasumber yang hadir. Prof. Charlie Heatubun, Kepala Badan Riset Daerah Papua Barat mengakui pentingnya pendidikan karakter guna meningkatkan kualitas generasi muda Papua. Begitu juga yang diungkapkan Anike Sabami dari Yayasan Mitra Perempuan Papua dan akademisi Unipa, Dr. Michael Baransano. (*)
Penulis: Hengky Kadiwaru