LMA PBD Gelar MAS RASA PAPUA, Usung Tema “Papuan Bicara : Menjaga Nyawa, Harta dan Martabat”

Kegiatan Mimbar Aspirasi Santai (MAS) – Ruang Aspirasi dan Suara Adat (RASA) PAPUA yang digagas LMA Papua Barat Daya. Kegiatan digelar Sabtu (24/5/2025) di asrama pensiunan polisi Kota Sorong dan diakhiri dengan peluncuran program Diplomasi Orang Asli Papua (DOA PAPUA). (Foto : Istimewa/TopbNews.com)

Sorong, TopbNews.com – Dalam semangat memperkuat identitas budaya, dan memperjuangkan keadilan sosial, serta menjembatani suara masyarakat adat ke dalam ruang-ruang kebijakan nasional, maka Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua Barat Daya (LMA PBD) menggandeng Pemerintah Daerah bersama tokoh adat, pemuda, perempuan, dan warga masyarakat wilayah Asrama Pensiunan Polisi (Aspen) Sorong menggelar kegiatan Mimbar Aspirasi Santai (MAS) – Ruang Aspirasi dan Suara Adat (RASA) PAPUA.

Ketua Harian LMA Papua Barat Daya, Franki Umpain menjelaskan, kegiatan yang diinisiasi LMA PBD mengusung tema “Papuan Bicara : Menjaga Nyawa, Harta dan Martabat”. Kegiatan tatap muka ini diharapkan menjadi wadah terbuka dan inklusif bagi masyarakat Papua Barat Daya untuk menyampaikan pandangan, kritik, harapan, dan strategi pembangunan masa depan.

Untuk sub tema kegiatan, Franki mengaku menekankan pada hal teknis yaitu “Membangun Kesadaran Bersama Bahwa Identitas Budaya Papua adalah Kekuatan, dan Persatuan adalah Jalan Menuju Masa Depan yang Adil, Bermartabat, dan Setara”.

Franki Umpain saat tampil sebagai pembicara utama menegaskan bahwa pembangunan di wilayah Provinsi Papua Barat Daya tidak bisa dilepaskan dari pengakuan terhadap kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat adat.
“Nyawa orang Papua adalah nyawa Indonesia. Harta orang Papua adalah kekayaan bangsa. Martabat orang Papua adalah harga diri kita sebagai bangsa,” Aku Franki di tempat kegiatan Asrama Pelayaran Sorong, Sabtu (24/5/2025).

Merujuk data yang dirilis Franki bahwa tingkat kemiskinan di wilayah Provinsi Papua Barat Daya masih mencapai lebih dari 21%. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Barat Daya berada pada angka 64,82 %. Ini artinya termasuk yang terendah di Indonesia.

Di satu sisi, Franki menyebut ruang kerja bagi masyarakat Papua yang sangat terbatas menjadi tantangan baru bagi setiap pemimpin OAP dalam mendorong percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua Barat Daya.

Menariknya, kegiatan Mimbar Aspirasi Santai (MAS) – Ruang Aspirasi dan Suara Adat (RASA) PAPUA ini banyak melahirkan aspirasi dari suara kalangan masyarakat adat, yang notabene perlu disentuh oleh pemerintah daerah.

Franki mengaku mencatat sejumlah aspirasi yaitu adanya permintaan masyarakat agar pemerintah diharapkan mendorong peningkatan keahlian anak-anak Orang Asli Papua (OAP) melalui kegiatan atau pelatihan Sertifikasi Keahlian tertentu. Sebagai contoh : pelatihan dan sertifikasi petugas Security, Operator alat dan Teknisi alat berat.

Secara khusus suara aspirasi perempuan adat Papua adalah meminta pemerintah menyiapkan wadah untuk menampung hasil kerajinan Mama Papua serta meminta perhatian pemerintah untuk melahirkan kader-kader Posyandu.

Masyarakat adat juga menyuarakan pentingnya program pemberdayaan bagi anak-anak Asli Papua yang ditopang dengan bentuk program Afirmasi. Tujuannya sederhana yaitu meningkatkan keahlian tertentu agar kelak dapat terdistribusi sesuai kebutuhan lapangan kerja.

Franki menambahkan, kegiatan MAS – RASA PAPUA tidak hanya menjadi ruang simbolik, tetapi juga dirancang sebagai awal konsolidasi agenda bersama lintas sektor, sehingga mampu mendorong pendidikan kontekstual, ekonomi berbasis komunitas adat, dan penguatan posisi tawar masyarakat lokal dalam kebijakan pembangunan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari gelombang baru penguatan suara Papua dalam kebijakan publik yang tidak lagi bersifat top-down, tetapi diharapkan memunculkan gagasan kolaboratif, mendengarkan, dan berbasis keadilan.

Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen dan peluncuran program Diplomasi Orang Asli Papua (DOA PAPUA) sebagai Ruang Aspirasi Orang Asli Papua yang disepakati bersama LMA Papua Barat Daya bersama para tokoh masyarakat adat dan warga asrama pensiunan polisi Kota Sorong. (TOP-PBD1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!