Wabup Joko Lingara Tantang Golkar : 2029 Harus Lebih Dari 7 Kursi

Bintuni, TopbNews.com – Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara menantang Partai Golkar meningkatkan perolehan kursi di Pemilu 2029. Tantangan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar Teluk Bintuni di Gedung Sayar Sisar Matiti, Jumat (21/8/2026).

“Musda ini bukan sekadar memilih pemimpin. Ini momentum regenerasi dan keberlanjutan pengabdian dengan menghadirkan kader muda potensial,” tegas Joko.

Joko berharap ketua Golkar terpilih mampu merangkul seluruh kader dan menjadi jembatan antara partai dan masyarakat.

Ia membagikan pengalaman 23 tahun sebagai kader PPP. Menurutnya membangun partai tidak mudah dan butuh belajar dari senior.

“Kekuatan politik ada di kedekatan dengan rakyat. Rajin dekat-dekat dengan masyarakat. Apa yang dia makan, itulah yang kita makan. Di mana dia tidur, di situ kita tidur,” ujarnya.

Joko melontarkan tantangan terbuka untuk kepengurusan baru.
“Di 2029 ini bukan 7 kursi. Siapapun yang terpilih harus lebih dari 7 kursi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan kader memahami politik sebagai strategi.
“Jangan asyik menyerang, lupa pertahanan. Jadi menyerang, bertahan, menyerang, bertahan,” katanya.

Joko meminta Golkar tidak hanya fokus elektoral. Partai harus hadir saat masyarakat butuh dan memperjuangkan kepentingan rakyat lewat jalur konstitusional.

“Perbedaan pilihan wajar dalam demokrasi, tapi jangan sampai membuat kita kehilangan persaudaraan. Mari berlomba dalam gagasan dan berkompetisi dalam karya,” ujarnya.

Joko menyinggung perjalanan politik Bupati Yohanis Manibuy yang pantang menyerah.
“Duduk dengan rakyat, dekat dengan rakyat, tidak pernah minder. Maka beliau selalu eksis,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Joko menyelipkan harapan hubungan harmonis dengan Bupati hingga periode berikutnya.
“Mudah-mudahan saya dengan ade bupati baik-baik saja sampai periode berikut. Amin,” katanya.

Ia menutup dengan harapan Musda menghasilkan pemimpin terbaik bagi Golkar dan mewujudkan Teluk Bintuni SERASI. (*)

Penulis: Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!