
Manokwari, Topbnews.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua Barat melaporkan tingkat inflasi Kabupaten Manokwari Desember 2022 searah dengan bulan sebelumnya. Tercatat 1,85% inflasi bulanan (mtm), 6,06% inflasi tahun kalender (ytd), dan 6,06% inflasi tahunan (yoy).
Hamdi Maidison, Perwakilan BI Papua Barat menyampaikan, BI mengklasifikasikan Top 5 Andil Komoditas Inflasi Tahunan yakni angkutan pesawat, tomat, Bensin, Daging babi dan Kue kering berminyak. Sedangkan Top 5 Andil Komoditas Deflasi Tahunan yaitu Cabe Rawit, Biaya Administrasi Transfer Uang, Sirih, Cakalang diawetkan, dan Bunga Pepaya.
“Angkutan Pesawat memiliki inflasi 15,69% andil 0,9%, Tomat bahkan mencapai inflasi 244,82% Andil 0,71%, bensin 31,05% andil 0,68%, daging babi inflasi 114,29% andil 0,36%, kue kering berminyak inflasi 78,26% andil 0,28%. Sedangkan deflasi cabe rawit -41,06%, andil -0,44%, biaya administrasi transfer uang -27,60%, andil -0,10%, sirih -8,35%, andil -0,06%, cakalang diawetkan -14,91% andil -0,04%, dan bunga pepaya deflasi -15,59% andil -0,04%” jelasnya.

Menurut Hamdi, salah satu cara menekan inflasi adalah dengan membatasi permintaan komoditas keluar daerah Manokwari.
“Misalnya tomat, harganya mungkin normal tapi di barengi dengan permintaan dari luar kota seperti nabire, wasior yang tinggi. Sehingga perlu kita hentikan dulu agar komoditas pasokan didalam Manokwari cukup dulu baru bisa kita penuhi permintaan dari luar,” terangnya.
Selain itu BI juga memproyeksikan inflasi akan menurun di tahun 2023 seiring dengan adanya proyeksi turunnya harga minyak mentah dunia dan adanya koreksi minyak kelapa sawit.
“Dengan adanya hal ini minyak goreng akan turun dari harga sebelumnya. Sehingga kita berharap harga bensin dan solar di tahun 2023 dapat kembali seperti awal tahun 2022,” katanya.

Hal senada disampaikan Perwakilan BPS Papua Barat, Khaerul Umam. Menurutnya inflasi tertinggi adalah transportasi dan makanan.
“Selama setahun yang memiliki kenaikan terbesar adalah transportasi 14,35% dan faktor makan minum 13,33%,” ujarnya.
Dengan inflasi tahunan 6,06%, Kabupaten Manokwari berada pada peringkat 6 Sulampua dan peringkat 41 Nasional dari 90 kota yang tersebar di Indonesia.
Penulis : Tesan
Topbnews.com
Berita Populer :
Berita Lain :





