
Bintuni, TopbNews.com – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat, Samaun Dahlan menegaskan Musyawarah Daerah (Musda) V Golkar Teluk Bintuni harus menjadi momentum melahirkan generasi baru, bukan sekadar pergantian kepengurusan.
“Regenerasi harus menghasilkan pemimpin yang punya kapasitas, integritas, keberanian dan kepedulian kepada masyarakat,” kata Samaun saat membuka Musda di Gedung Sayar Sisar Matiti, Jumat (21/8/2026).
Samaun mengurai tema Musda tentang regenerasi, pengabdian dan rakyat.
“Regenerasi berarti menyiapkan generasi berikutnya. Pengabdian berarti jabatan adalah amanah, bukan tujuan akhir. Rakyat berarti seluruh aktivitas politik harus kembali ke kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Ia meminta struktur Golkar diperkuat hingga tingkat kampung. Ruang bagi generasi muda dan perempuan juga harus diperbesar.
“Kita harus merebut hati rakyat dengan kerja keras, hadir lebih dekat, dan memperkuat struktur sampai kampung,” ujarnya.
Samaun mengapresiasi kepemimpinan Yohanis Manibuy yang menjaga eksistensi Golkar dan mempertahankan pimpinan legislatif selama 2 periode.
Namun ia meminta kepemimpinan baru menjaga kesinambungan tanpa terjebak pola lama.
“Golkar boleh berganti kepemimpinan, tetapi Golkar tidak boleh berganti keberpihakan,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan fiskal, Samaun mendorong Golkar menjadi mitra kritis pemerintah. Partai harus memberi masukan dan mengawasi agar anggaran berpihak ke kebutuhan dasar rakyat.
Ia mencontohkan kondisi di Fakfak yang harus memilih antara bayar TPP atau pertahankan PPPK.

“Ketika ruang fiskal terbatas, pemerintah harus cermat menentukan prioritas. Mana yang harus tetap berjalan karena menyangkut kebutuhan dasar rakyat,” katanya.
Samaun mengajak semua elemen di Teluk Bintuni berkolaborasi agar daerah tidak hanya kaya SDA, tapi juga kuat SDM dan sejahtera.
“Kalau semua bersatu, Bintuni tidak hanya jadi daerah terkaya SDA, tapi jadi daerah terkuat SDM dan paling besar kesejahteraannya,” ujarnya.
Menutup, Samaun menitipkan 3 pesan yaitu jaga persatuan, jaga soliditas, dan jangan pernah jauh dari rakyat.
Musda V, kata dia, harus melahirkan kepemimpinan yang kuat, terbuka, modern dan mengembalikan Golkar sebagai kekuatan utama di Bintuni. (*)
Penulis: Marthina Marisan