
Kerom, TopbNews.com – Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong didampingi Bupati Kabupaten Kerom, Kepala BKKBN Papua, Vice President PT. Mandiri (Persero) Tbk. Region XII Papua membuka secara resmi Kick Off Mandiri Sahabat Desa.
Kick Off Mandiri Sahabat Desa mendukung Program Gerakan Orang Tua Asuh cegah stunting (Genting) digelar di Kabupaten Kerom, Kamis 21 Mei 2025.
PJ Gubernur Ramses Limbong menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menurunkan angka stunting, yang hingga saat ini masih menjadi persoalan serius di Provinsi Papua.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Kalau sekarang anak mengalami stunting, maka 20 tahun ke depan saat ia memasuki usia produktif, justru menjadi beban negara karena gagal tumbuh dan ini menjadi tantangan kita bersama,” katanya.
Ramses Limbong mengapresiasi peluncuran program GENTING sebagai langkah strategis dalam pembangunan sumber daya manusia unggul sejak dini di Papua.
“Keberlanjutan program melalui pendampingan intensif, intervensi tepat sasaran, dan pemantauan berkelanjutan sangat penting dilakukan. Dan Saya yakin anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang membawa negara ini ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Dia menyebut Bonus demografi 2045 nanti diharapkan anak-anak yang tumbuh saat ini kedepan bisa produktif.
“Kita butuh effort kerja, kebersamaan kita sebagai suatu kesatuan yang utuh bagaimana menatap masa depan yang lebih baik”, ujar Ramses Limbong.
Ramses limbong berharap Kolaborasi ini dapat menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan meningkatkan kualitas hidup keluarga di Papua.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, menjelaskan bahwa GENTING diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN sebagai gerakan gotong royong lintas sektor.
Dan Provinsi Papua bersama dua provinsi lainnya yakni Sulawesi Tengah dan Yogyakarta menjadi pilot project pelaksanaan program Genting di Indonesia.
“Program GENTING melibatkan berbagai elemen pembangunan, termasuk BUMN, BUMD, sektor swasta, individu, LSM/komunitas, perguruan tinggi, akademisi, dan media massa,” sebut Brabar.
Sarles Brabar menyebut dalam kolaborasi ini, PT Bank Mandiri menjadi mitra utama dengan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Provinsi Papua dengan total bantuan senilai Rp 379.920.000,-. dan fokus penyaluran dana CSR berada di Kabupaten Keerom.
“Bantuan difokuskan pada distrik Arso, Arso Barat, Mannem dan Skanto sebagai wilayah prioritas, dan melalui dukungan CSR Bank Mandiri kami targetkan bantuan untuk 200 anak asuh di Kabupaten Keerom. Awalnya, target program di Keerom adalah 149 anak asuh, namun berkat komitmen penuh Bank Mandiri, jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 200 anak, terdiri dari 103 balita di bawah usia dua tahun dan 97 ibu hamil,”jelasnya.

Sementara Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Region XII Papua, Miduk H. Sianturi mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif Mandiri Sahabat Desa, yang dirancang untuk peningkatan aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat desa.
“Bank Mandiri berkomitmen menjadi orang tua asuh bagi 200 anak asuh di Kabupaten Keerom selama enam bulan penuh. Paket bantuan yang diberikan terdiri dari kebutuhan baduta, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ini mencakup intervensi gizi dan non-gizi melalui pemberian paket makanan bergizi mingguan, seperti beras premium dan protein hewani, kepada para penerima manfaat”, ujar Miduk Sianturi.
Menurut Miduk, sekitar 60 persen dari total penerima manfaat adalah Orang Asli Papua (OAP), menegaskan komitmen program terhadap pembangunan berbasis afirmasi dan keberpihakan kepada masyarakat adat Papua.
Dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi Papua juga menyerahkan bantuan berupa paket susu kepada anak asuh di Kabupaten Keerom. Diketahui dukungan serupa akan menyasar lima kabupaten lainnya: Kepulauan Yapen, Waropen, Mamberamo Raya, Supiori, dan Sarmi. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan meningkatkan kualitas hidup keluarga di Papua.
Penulis : Natyo
Penulis : NatYo