
Jayapura, TopbNews – Building Manager Mall Jayapura, Zulkarnaen Rachmat Sumakno membantah Mall Jayapura roboh usai Kota Jayapura dilanda gempa dengan magnitude 5,4, Senin (12/2) lalu. Zulkarnaen memastikan info yang beredar tersebut adalah tidak benar.
“Tidak benar informasi. Karena sampai saat ini bangunan Mall Jayapura dalam kondisi baik-baik saja dan aman dikunjungi,” katanya dalam keterangan pers di Mall Jayapura, Selasa (14/2).
Zulkarnaen menjelaskan kondisi sebenarnya bahwa pada awal gempa 2 Januari 2023, Mall Jayapura sedang dilakukan perbaikan di lantai 4 Amazon permainan anak. “Mereka bikin informasi seram sekali. Padahal kita ini lagi tahap renovasi. Apalagi ada warga yang mengambil video itu di lantai 4. Jadi terlihat bahwa itu dampak dari gempa makanya gedung Mall itu hancur,” akunya.
“Jadi saat terjadi gempa dan pasca gempa 2 Januari 2023, pengunjung masih tetap datang,” kata Zulkarnaen.
Sementara Chief Engineering Mall Jayapura, Edy Sutrisno menyebut keretakan di luar gedung hanya retak rambut dan bukan dampak dari gempa yang terjadi sejak 2 Januari dan 9 Februari kemarin.

“Pada intinya struktur bangunan itu terbagi dalam dua bagian. Bagian satu disebut struktural dan bagian kedua sifatnya arsitektural. Nah untuk arsitektural ini sifatnya menempel kepada struktur bangunan utama. Kalau kita lihat terjadi beberapa keretakan di sekeliling itu adalah keretakan luar, tapi balok atau isi di dalam dinding itu aman,” ungkap Edy.
Pascagempa, lanjut Edy, pihak mall dan Basarnas telah mengecek kondisi bangunan mall.
” Dari pengecekan itu, gedung Mall Jayapura layak dikunjungi. Jadi yang diekspos di media sosial bahwa gedung kita roboh ya sebenarnya itu memang sengaja kita robohkan (renovasi) karena itu yang berpotensi bahaya,” paparnya.
Di tempat yang sama Gatot Wiyono, Store General Manager Hypermart Mal Jayapura mengaku saat gempa 9 Februaria Hypermaty ditutup dan baru beroperasi 10 Februai. Jam buka juga disesuaikan, dari 10.00 hingga 22.00.
Gatot mengaku trafik atau pengunjung yang datang dan pulang, ke Mall Jayapura menurun karena psikologis. Pihaknya sebagai penyewa tentu merasakan dampak secara langsung diakibatkan karena pengunjung yang rendah.
“Karena rata-rata pengunjung itu mulai hari Senin sampai hari Minggu bisa 5000 sampai 10.000 itu masih gempa yang pasca 2 Januari. Ya, trafiknya masih stabil walaupun ada sedikit penurunan tapi yang dampaknya itu tanggal 9 Februari karena guncangannya besar sekali dan itu sangat terasa apalagi mereka kaitkan dengan gempa Turki,” jelasnya. (*)
Penulis: Natalia