
Palu, TopbNews.com – Keberadaan mafia hukum di sejumlah institusi di Indonesia, sangat berat untuk diberantas. Sebab keberadaan oknum mafia tersebut, ada di mana-mana dan di berbagai lapisan institusi pemerintahan.
“Sangat berat kita berantas mafia hukum itu. Kalau ada yang berusaha perbaiki, langsung disikat. Jadi memang sangat berat,” aku Menpolhukum, Mahfud MD saat memberi sambutan di acara Munas KAHMI di Palu, Sulawesi Tengah belum lama ini.
Mahfud juga menegaskan jika keadilan dan supremasi hukum sangat penting untuk dilaksanakan. Menurut dia, negara akan kuat dan abadi jika pemimpinnya adil. Sebaliknnya, negara akan hancur jika diperintah secara ugal-ugalan. “Keadilan itu sangat penting untuk ditegakkan,” tegas Mahfud.
Mantan Ketua MK ini menambahkan, dengan iklim demokrasi yang ada saat ini membuka kesempaan dan ruang bagi para anggota Alumni HMI berperan menciptakan demokrasi yang beradab. Kondisi saat ini, berkebalikan dengan zaman orde baru yang lalu. “Anggota KAHMI harus bisa memberikan contoh politik demokrasi yang beradab. Jangan memfitnah. Jangan menjelekkan. Ini yang harus dicontohkan. Pintu terbuka lebar. Tergantung kita, mau pelihara idealisme atau berkhianat,” tanda Ketua Dewan Pakar Majelis Nasional KAHMI ini.
Munas XI KAHMI sendiri dihelat pada 24-27 November di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Sejumlah tokoh nasional, menyempatkan hadir dalam moment lima tahunan ini. Di antaranya Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, sejumlah menteri hingga anggota DPR RI.
Penulis: Sidarman
Editor : Sidarman
Berita Lain :