
Jayapura, TopbNews.com – Bertempat di Masjid Raya Baiturrahim Kota Jayapura, Kamis (12/10) DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Papua menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1445 H/2023 Masehi.
Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw tersebut dipimpin oleh Ustad.H. Burhanudin. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa pesan utama dari peringatan Maulid Nabi tahun ini, bagaimana manusia harus hidup dalam kebersamaan.
“Hidup kita itu Ibarat jari tangan. Jari jempol, ibaratnya tokoh agama, jari telunjuk itu pemimpin, jari tengah adalah angkatan, dia yang terdepan menjaga keamanan, jari manis itu orang kaya atau dermawan, sedangkan jari kelingking itu ibarat rakyat, kelima jari ini harus saling melengkapi satu sama lain, karena tidak mungkin tokoh agama hidup sendiran tanpa dibantu orang lain,” jelasnya.
Untuk itu melalui peringatan Maulid Nabi tersebut, maka manusia harus saling bergandengan tangan membangun kebersaman baik beragama maupun berbangsa dan bernegara.
“Kita tidak bisa hidup sendirian, untuk itu perlu adanya campur tangan orang lain, karena dengan kebersamaan kita akan mampu wujudkan hidup yang sejahtera,” ujarnya.
Diapun mengharapkan melalui peringatan Maulid Nabi, DPD Al-Hidayah Papua semakin kompak, serta mampu mendorong pembangunan tanah Papua.
“Satukan pikiran kita untuk Tanah Papua yang kita cintai ini, tentunya juga untuk pembangunan bangsa dan negara Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu Plt Ketua DPD Golkar Provinsi Papua, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan Islam merupakan agama yang membawa kesejukan, membawa keharmonisan serta hidup dengan toleransi, untuk itu melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, pihaknya berharap umat muslim di Papua dapat menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
“Mari gandengkan tangan menjaga kebersamaan ditanah Papua, kita ciptakan Papua yang sejuk dan damai,” ungkapnya.
Ditempat yang sama Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Papua, Yuli Rahman, mengharapkan melalui peringatan Maulid Nabi tersebut kerukunan antara muslimah di tanah Papua akan semakin dipererat.

“Pertama, mari kita terus jaga nilai nilai keislaman kita dan jati diri kita sebagai seorang muslimah dimanapun kita berada dan setinggi apapun karier yang kita miliki. Kedua, Jadikanlah organisasi Al-hidayah ini sebagai sarana menambah Ilmu dan tempat berhimpun dari semua kalangan, dan ketiga mari teruslah mempertebal persatuan kita ditengah banyak perbedaan dan kepentingan yang saat ini terjadi, yakinlah bahwa karya-karya yang berbalut keikhlasannya tidqk akan pernah sia-sia di mata Allah SWT,” tuturnya.
Dirinya berharap, kerukunan Majelis Taqlim ditanah Papua harus saling rukun antar satu dengan yang lain.
“Kita boleh beda agama, suku dan ras tapi kebersamaan kita harus dijaga,” pungkasnya. (*)
Penulis : NatYo