Bupati Yohanis Manibuy Tegaskan Satu Data Jadi Fondasi Pembangunan Teluk Bintuni, Forum 2026 Resmi Digelar

Bintuni, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terus memperkuat transformasi tata kelola pemerintahan berbasis data melalui pelaksanaan Forum Satu Data Indonesia Tingkat Daerah Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, Selasa (28/7/2026).

Forum yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfopers) Kabupaten Teluk Bintuni ini menghadirkan narasumber dari Sekretariat Satu Data Indonesia (SDI) Pusat, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Walidata, Walidata Pendukung, dan Kelompok Kerja (Pokja) Satu Data Indonesia Kabupaten Teluk Bintuni.

Ketua Panitia, Sem Samuel Asmuruf, dalam laporannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan Forum Satu Data merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan mewujudkan tata kelola data pembangunan yang berkualitas, akurat, mutakhir, terpadu, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.

“Melalui forum ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Pembina Data, Walidata, Walidata Pendukung, dan seluruh Produsen Data sehingga mampu menghasilkan data sektoral yang akurat, sesuai standar, serta dilengkapi metadata yang baik untuk mendukung pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni”, ujar Samuel.

Ia menambahkan, forum ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antar perangkat daerah, menyelaraskan daftar data daerah, menyusun standar data dan metadata sektoral, meningkatkan pemahaman mengenai keamanan data bersama BSSN, hingga menyepakati kebijakan dan prioritas data daerah sebagai acuan pembangunan ke depan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy menegaskan bahwa di era transformasi digital saat ini, data bukan lagi sekadar informasi, melainkan aset strategis yang menentukan kualitas kebijakan pemerintah.

Menurutnya, pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat diwujudkan apabila seluruh perangkat daerah memiliki data yang akurat, mutakhir, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Implementasi Satu Data Indonesia harus menjadi budaya kerja bersama. Seluruh perangkat daerah harus menghasilkan data yang mengacu pada standar yang sama sehingga tersedia satu data, satu standar, dan satu rujukan sebagai dasar perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan daerah”, tegas Bupati.

Ia juga menekankan bahwa penguatan Satu Data Indonesia sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, berbasis digital, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Di tingkat daerah, menurut Bupati, implementasi Satu Data juga menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Papua Barat yang aman dan bermartabat sekaligus memperkuat visi Teluk Bintuni SERASI, terutama pada pilar Teluk Bintuni Andal dan Inovatif.

Bupati mengakui bahwa Kabupaten Teluk Bintuni memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan data karena luas wilayah dan kondisi geografis yang beragam.

Oleh sebab itu, dibutuhkan kolaborasi yang erat antara BPS sebagai Pembina Data Statistik, Diskominfopers sebagai Walidata, seluruh perangkat daerah sebagai produsen data, serta dukungan pemerintah pusat.

“Kita harus meninggalkan pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri dan membangun budaya kolaborasi dalam pengelolaan data.
Dengan data yang berkualitas, kita dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat, mengalokasikan anggaran secara lebih efektif, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan terpercaya”, katanya.

Ia berharap Forum Satu Data Indonesia Tahun 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan langkah-langkah konkret berupa komitmen bersama, pembagian peran yang jelas, koordinasi berkelanjutan, serta penguatan sinergi antar seluruh pemangku kepentingan.

Menutup sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menjadikan forum tersebut sebagai momentum membangun ekosistem data yang berkualitas, aman, terintegrasi, dan berkelanjutan demi mendukung lahirnya kebijakan publik yang semakin tepat sasaran.

Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bupati kemudian secara resmi membuka Forum Satu Data Indonesia Tingkat Daerah Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2026, yang diharapkan menjadi tonggak penguatan tata kelola pemerintahan digital serta mendorong pembangunan daerah yang semakin efektif, transparan, dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!