
Bintuni, TopbNews.com – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mendorong rangkaian HUT ke-60 Paroki Santo Yohanes Bintuni menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, membina talenta, dan menyiapkan generasi muda yang berkontribusi bagi daerah.
Pesan itu disampaikan Yohanis saat membuka rangkaian lomba HUT Paroki, Jumat (11/9/2026).
Menurut Yohanis, perjalanan panjang Paroki Santo Yohanes adalah bagian dari perjalanan iman masyarakat Bintuni. Keterlibatan umat dari anak-anak hingga Orang Muda Katolik (OMK) dinilai penting sebagai sarana menemukan dan mengembangkan potensi.
“Saya terkesan panitia menyelenggarakan lomba dengan melibatkan umat dari berbagai usia. Ini ruang agar umat tidak hanya jadi penonton, tetapi bisa menunjukkan kemampuan dan belajar bekerja bersama,” kata Yohanis.

Ia menilai momentum Teluk Bintuni sebagai tuan rumah sekaligus Juara Umum Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat harus dilanjutkan dengan pembinaan berkelanjutan.
“Melalui lomba ini kita berharap lahir bibit-bibit baru yang nantinya memperkuat dan mewakili Teluk Bintuni di ajang Pesparani mendatang,” ujarnya.
Ketua Panitia HUT ke-60 Paroki Santo Yohanes Bintuni, Edwin Wamafma menjelaskan kegiatan digelar bertahap mulai September hingga Oktober 2026.
Tahap pertama meliputi lomba baca Kitab Suci, Cerdas Cermat Alkitab (CCA), mazmur, membuat taman, dan bertutur Kitab Suci. Tahap kedua akan ada paduan suara, PSYB Idol, dan merangkai bunga.
Seluruh rangkaian akan bermuara pada Misa Syukur dan Perayaan Puncak HUT ke-60 pada 27 Desember 2026.
“Kami mengajak umat tidak hanya menyaksikan, tetapi mengambil bagian sesuai talenta masing-masing,” kata Edwin.
Bagi Yohanis, pembinaan iman tidak bisa dipisahkan dari pembangunan daerah. Gereja, keluarga, dan generasi muda berperan membentuk masyarakat yang beriman, sehat, produktif, dan kreatif.

Ia berpesan agar peserta menjunjung sportivitas. “Bertandinglah dengan semangat. Jadikan kompetisi sebagai kesempatan membangun kepercayaan diri dan mempererat persaudaraan,” pesannya.
Yohanis secara resmi membuka rangkaian lomba dengan menabuh tifa dan melepas balon. Ia berharap semangat dari gereja ini menjadi energi positif untuk membangun Teluk Bintuni yang semakin ERAT. (*)
Penulis: Marthina Marisan