Bupat Hermus Tatap Muka Bersama Warga Terdampak Perluasan Area Bandara Udara Rendani Manokwari

Bupati Manokwari, Hermus Indou saat menyampaikan pemaparan di hadapan warga terdampak perluasan area bandara rendani (Foto : Marthina/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari, Sabtu (30/9) siang menggelar tatap muka bersama warga terdampak perluasan area bandara udara rendani Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Bupati Manokwari, Hermus Indou dihadapan warga terdampak menyampaikan, sebagai Ibukota Provinsi selama kurang lebih 20 tahun, perkembangan manokwari diakui terlambat dibandingkan dengan daerah lainnya. Namun manokwari tetap berjuang dan berbenah sehingga manokwari diharapkan berkembang dan dapat bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Untuk itu, Pemda kata Hermus telah menggagas sejumlah program pembangunan strategis di Manokwari, salah satunya pengembangan bandar udara rendani.

Dijelaskannya, pengembangan bandar udara rendani mencakup tiga aspek pembangunan yaitu; pertama perpanjangan runway yang kini sekitar 2300 menuju 2500 meter, dimana dalam master plan diharapkan dapat mencapai 3000 meter.

“Dengan perpanjangan runway ini kita tentunya bisa liat jenis peswat yang lebih besar yang dapat melayani kita disini. Dan tentunya kedepan kita harapkan bandara kita menjadi bandara internasional, setidaknya didarati penerbangan dari negara Asia fasiifik. Jadi manokwari kita jangan tertinggal dengan daerah lainnya,” ujar Bupati Hermus.

Aspek kedua adalah Penataan disisi darat, beberapa infrastruktur strategis seperti terminal dan fasilitas pendukung lainnya. Menurutnya, jika sudah tidak ada pemukiman lagi tahun ini terminal sudah dibangun, namun pemerintah senantiasa menghargai keberadaan masyarakat sebelum pembangunan di bandara dilakukan.

Ketiga adalah pembangunan jalan dan jembatan yang akan memberikan askes menuju bandara rendani.

“Lokasi dimana kita berada saat ini, tempat ini untuk jalan dan jembatan merah yang nantinya menjadi salah satu ikon kota manokwari,” ungkap Hermus sembari menambahkan, sambil menunggu alih trase permanen, pemkab membangun alih trase sementara yang sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

Lebih lanjut Bupati Hermus mengatakan, Pemkab memperhatikan dampak dari pengembangan bandara udara rendani terhadap masyarakat terdampak dan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Tatap muka Bupati Manokwari, Hermus Indou bersama warga terdampak perluasan area bandara rendani (Foto : Marthina/TopbNews.com)

Pemda kata Bupati akan menyediakan biaya sewa bagi warga terdampak selama 2 tahun dan
selanjutnya pemda akan selesaikan biaya penggantian bangunan dan aset milik masyarakat sesuia perhitungan yang dilakukan oleh Tim KJPP.

“Jadi kami ingin sampaikan bahwa bukan masyarakat mengungsi tapi dengan keikhlasan hati meninggalkan tempat sehingga pembangunan jembatan dan jalan trase ini bisa segera dikerjakan,” ucap Bupati Hermus.

Pada kesempatan itu, Bupati Hermus menyampaikan terima kasih dan apresisi kepada seluruh warga terdampak yang senantias mendukung perluasan runway bandara udara rendani selama ini.

“Bapa ibu telah merelakan tanah dan bangunan untuk fasilitas umum, maka Tuhan akan memberkati bapa/ibu sekalian dengan berkat yang melimpah,” Doa Bupati Hermus.

Tatap muka kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama masyarakat. Diketahui, sebanyak 18 rumah warga terdampak perluasan area bandar udara rendani yang akan diberikan pergantian biaya dengan total anggaran lebih dari Rp.4 miliar.

Penulis : Tesan

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!