
Sorong, TopbNews.com – Jabatan Kapolda Papua Barat Daya hingga kini masih kosong setelah Brigjen Pol Gatot Haribowo memasuki masa purnatugas pada 1 Juni 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya, Alfons Kambu berharap Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar menetapkan pejabat definitif dengan merekomendasikan figur OAP yakni Wakapolda Papua Barat Daya.
Menurut Pimpinan lembaga kultur OAP ini, sosok yang layak mengemban jabatan Kapolda Papua Barat Daya adalah Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa.
Hal itu disampaikan Alfons Kambu saat diwawancarai, Kamis (18/6/2026).
“Saya berharap Kapolri dapat segera mengisi jabatan Kapolda Papua Barat Daya yang saat ini masih kosong secara definitif. Dalam hal ini saya merekomendasikan Bapak Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa karena beliau adalah sosok pemimpin yang merakyat, mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, dan memiliki pengalaman yang cukup luas di Papua”, ujar Alfons.
Menurut Alfons, pengalaman Semmy Ronny Thabaa yang pernah bertugas di berbagai wilayah di Tanah Papua menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di Papua Barat Daya, baik yang berkaitan dengan isu sosial, ideologi maupun kriminalitas.
Ia menilai, selama menjabat Wakapolda Papua Barat Daya, Semmy Ronny Thabaa menunjukkan kepemimpinan yang humanis dengan mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Beliau memiliki pendekatan yang sangat positif dan humanis kepada masyarakat. Bahkan dalam kerja sama lintas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), beliau mampu membangun komunikasi yang sangat baik”, katanya.
Alfons juga menyoroti peran Semmy Ronny Thabaa dalam menangani sejumlah persoalan yang berkembang di wilayah Papua Barat Daya, khususnya di Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Tambrauw.
Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di daerah tersebut dapat ditangani secara kondusif melalui pendekatan kemanusiaan dan komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
“Pada berbagai isu yang berkembang di Maybrat maupun Tambrauw, beliau mempunyai peran yang sangat baik. Banyak persoalan yang dapat diselesaikan melalui pendekatan kemanusiaan dan komunikasi yang efektif dengan masyarakat”, ujarnya.
Karena itu, Alfons berharap Kapolri dapat mempertimbangkan secara serius usulan tersebut demi memperkuat kelembagaan Polda Papua Barat Daya dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berharap Kapolri melihat hal ini secara serius sehingga beliau dapat diberikan kewenangan penuh sebagai Kapolda definitif untuk mengembangkan organisasi Polda Papua Barat Daya, mengisi berbagai kebutuhan jabatan yang masih kosong, serta meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat”, tutup Alfons. (*)
Penulis : Rian Lahindah