
Manokwari, TopbNews.com – Kabupaten Pegunungan Arfak kembali membuktikan diri sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Tanah Papua yang mulai dilirik dunia internasional.
Keindahan alam yang masih asri serta kekayaan biodiversitasnya, khususnya burung endemik, sukses menarik minat wisatawan asal Hongkong untuk datang langsung menikmati pengalaman bird watching di Kampung Mbenti.
Kegiatan pengamatan burung ini dipandu langsung oleh Founder Asar Papua, Krif Indou, yang selama ini konsisten mempromosikan potensi wisata berbasis alam dan budaya Papua ke tingkat global.
Di tangan komunitas Asar Papua, wisata bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi pengalaman edukatif yang menggabungkan konservasi, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Bird watching atau pengamatan burung sendiri merupakan aktivitas yang tidak hanya bersifat rekreasi, tetapi juga memiliki nilai ilmiah tinggi.
Para wisatawan diajak menyusuri hutan alami Pegunungan Arfak untuk mengamati berbagai jenis burung khas Papua yang langka, termasuk spesies endemik yang hanya dapat ditemukan di wilayah tersebut.
Kehadiran wisatawan mancanegara ini menjadi sinyal kuat bahwa Pegunungan Arfak memiliki daya saing tinggi di sektor ekowisata dunia.
Kampung Mbenti, yang menjadi lokasi kegiatan, dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat wisata berbasis konservasi yang berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Krif Indou menegaskan bahwa potensi besar ini harus diimbangi dengan keseriusan pemerintah daerah dalam melakukan pengembangan infrastruktur dan promosi wisata.
“Pegunungan Arfak ini bukan sekadar indah, tapi memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang sangat besar. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi destinasi unggulan dunia. Kami berharap pemerintah daerah lebih serius melihat peluang ini,” ujarnya tegas, kepada TopbNews. Com melalui Panggilan Seluler, (20/03/2026).
Ia menambahkan, pengembangan wisata tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, mulai dari pemandu wisata, homestay, hingga pelaku usaha kecil.
Lebih lanjut, Krif Indou juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat dan pemerintah kabupaten yang telah mulai menunjukkan perhatian terhadap sektor pariwisata di wilayah tersebut.
“Terima kasih atas dukungan yang sudah diberikan. Ini langkah awal yang baik, namun ke depan perlu ada kolaborasi yang lebih kuat agar potensi besar ini tidak hanya dikenal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Momentum kedatangan wisatawan Hongkong ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan pariwisata Pegunungan Arfak. Dengan promosi yang tepat dan pengelolaan berkelanjutan, kawasan ini berpeluang besar menjadi destinasi unggulan internasional, sekaligus menjaga kelestarian alam Papua yang menjadi warisan dunia.
Asar Papua sendiri terus berkomitmen menjadi jembatan antara potensi lokal dan pasar global, memastikan bahwa keindahan alam Papua tidak hanya dikenal, tetapi juga dilestarikan untuk generasi mendatang. (*)
Penulis: Marthina Marisan