
Manokwari, TopbNews.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat menetapkan siap siaga penuh menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kebijakan ini menyusul prediksi BMKG bahwa puncak dampak El Nino dan musim kemarau terjadi pada Agustus–September 2026.
Penetapan tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Papua Barat Nomor 100.3.4.1/1344/GPB/2026 tentang Kesiapsiagaan Karhutla 2026 dan Antisipasi El Nino 2027, tertanggal 26 Juli 2026.
Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan menginstruksikan Bupati, TNI, Polri, Kepala Distrik, hingga Kepala Kampung membangun koordinasi lintas sektor.
“Pemerintah daerah dari tingkat Provinsi hingga Kampung diminta kesiapsiagaan penuh mengawasi titik api serta melakukan pemadaman sedini mungkin agar kebakaran tidak meluas,” tegas Gubernur.
Gubernur juga meminta instansi teknis dan perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan menyiagakan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla di wilayah operasional masing-masing.
Kesiapsiagaqn ini diharapkan meminimalkan risiko Karhutla dan mempercepat respons saat terjadi titik api di wilayah Papua Barat. (*/rls)