6 Bulan Lebih, Pembangunan Pasar Wosi Sementara Habiskan Dana 15 Milyar. Ini Rinciannya!

Manokwari, Topbnews.com – Pembangunan pasar wosi sementara di Manokwari, Provinsi Papua Barat, menelan dana sebesar Rp. 15.000.000.000 (lima belas milyar rupiah).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manokwari Tajudin melaporkan, pelaksanaan rekonstruksi pasar wosi meliputi kegiatan pembersihan dan penimbunan areal bekas kebakaran dengan pengeluaran anggaran sebesar Rp. 1.180.651.000 (satu milyar seratus delapan puluh juta enam ratus lima puluh satu ribu rupiah).

“Pelaksanaan pembersihan dan penimbunan areal kebakaran dilaksanakan pada 16 Mei 2022 dengan masa kerja 30 hari (berakhir 14 Juni) dengan volume penimbunan 3.501,9 meter kubik, dengan dana sebesar Rp.1.180.654.000, yang dikerjakan oleh salah satu PT dan sudah pembayaran sudah 100 persen,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk kegiatan pembangunan kontruksi pasar sementara dengan estimasi kebutuhan anggaran senilai Rp. 13.819.349.000 (tiga belas milyar delapan ratus sembilan belas juta tiga ratus empat puluh sembilan ribu rupiah).

“Usai ditimbun dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi pasar, mulai dari struktur pondasi berupa pondasi Poer beton bertulang, struktur sloof beton bertulang, struktur utama menggunakan baja CNP, lantai menggunakan beton non struktural, atap spandek, selasar jalan berupa jalan beton hingga instalasi listrik dan drainase keliling. Estimasi anggaran sebesar Rp.13.819.349.000. Dana itu diluar timbunan. Angka ini kami sampaikan estimasi karena dalam kondisi bencana, setelah selesai pekerjaan baru diaudit oleh tim audit. Bisa berkurang bisa bertambah sedikit,” tambah Tajudin.

Pasar Wosi Sementara yang baru diresmikan Bupati Mamokwari, Hermus Indou (Foto.HK/Tobnews.com)

Tajudin menjelaskan, luasan los kios yang dapat terbangun adalah 2.070 meter persegi, dan los lapak yang terbangun seluas 5.564 meter persegi. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada 23 Juni 2022 dengan masa pembangunan selama 160 hari dan berakhir pada 29 November 2022.

Pengerjaan konstruksi melibatkan tiga rekanan yaitu satu PT dan dua CV, dengan sistem pembayaran selama dua tahap, dimana tahap pertama pada 2022 dan tahap kedua pada tahun 2023.

“Dikarenakan kemampuan keuangan daerah yang terbatas, pemabayaran terhadap rekanan dilakukan dalam 2 tahap, yaitu tahap 1 tahun anggaran 2022 sebesar Rp. 6.200.000.000 dan sisa nilainya akan direalisasikan pada tahun anggaran 2023,” terangnya.

Penulis : Tesan

Berita Lain :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!