Wisuda 173 Mahasiswa, UNCRI Kejar Peningkatan SDM dan Akreditasi

Manokwari, TopbNews.com – Sebanyak 173 mahasiswa Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) resmi dikukuhkan sebagai lulusan dalam prosesi wisuda yang digelar di Gedung Arfak Conventional Polda Papua Barat, Sabtu (28/3).

Acara tersebut bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi bagi kampus dalam memperkuat kualitas pendidikan dan tata kelola kelembagaan.

Rektor UNCRI, Robert K.H. Hammar, mengungkapkan bahwa saat ini UNCRI memiliki sekitar 1.160 mahasiswa aktif. Mereka tersebar pada enam program studi, yakni Ilmu Hukum, Manajemen, Akuntansi, Sains Kelautan, Ilmu Lingkungan, serta Rekayasa Kehutanan.

Ia menjelaskan, jumlah tenaga pengajar tetap di kampus tersebut mencapai 51 orang, ditambah dosen tidak tetap dengan proporsi sekitar 9 persen.

Dari segi jabatan akademik, UNCRI telah memiliki dua profesor dan dua lektor kepala, serta 10 dosen dengan jabatan lektor. Sementara itu, sebagian lainnya masih berada pada jenjang asisten ahli.

Di sisi lain, peningkatan kompetensi dosen terus dilakukan, dengan beberapa diantaranya tengah menempuh studi lanjutan, baik magister maupun doktor.

Dalam arahannya, Rektor menargetkan peningkatan akreditasi program studi, khususnya Ilmu Hukum dan Manajemen, agar dapat mencapai peringkat unggul pada tahun 2028.

Menurutnya, target tersebut hanya dapat dicapai melalui penguatan sumber daya manusia, perbaikan sistem tata kelola, serta perluasan jejaring kerja sama, baik dengan perguruan tinggi lain, pemerintah daerah, maupun sektor swasta.

Selain fokus pada pengembangan institusi, UNCRI juga mencatat berbagai capaian mahasiswa di bidang akademik dan nonakademik, seperti kompetisi debat, karya tulis ilmiah, hingga seni paduan suara.

Meski demikian, ia menilai tantangan ke depan semakin besar, terutama dalam menjaga kualitas lulusan agar mampu bersaing di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi.

Kepada para lulusan, ia berpesan agar tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan bahwa perjalanan setelah wisuda justru menjadi tahap penting untuk menguji ketahanan, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk kegagalan yang merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan. (*)

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!