Wamentan Panen Padi dan Serahkan Bantuan di Distrik Prafi, Bupati : Kebutuhan Beras di Manokwari 1.560 Ton Per Minggu

Wamentan Harvick Hasnul Qolbi, Bersama Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, Plt. Sekda Yakob Fonataba, dan Bupati Manokwari, Hermus Indou saat melakukan Panen Padi Bersama di Prafi Mulya (Foto : Hengki/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Saat kunjungan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Sabtu (2/12) memberikan bantuan kepada kelompok tani di Kampung Prafi Mulya, Distrik Prafi ada yang menarik saat Bupati Manokwari, Hermus Indou memaparkan program dan terobosan Pemkab Manokwari menekan stabilitas ketahanan pangan di daerah.

mostbet

Bupati menyebut, panen padi perdana di Kampung Prafi Mulya, Distrik Prafi menunjukkan ketersediaan bahan pangan di Manokwari hingga saat ini relatif stabil. Bahkan, Manokwari menjadi daerah penghasil yang bisa memberikan suplai ke Sorong Raya, Biak dan beberapa kabupaten lainnya.

Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi Saat Memberikan Arahannya Usai Melakukan Panen Padi Bersama di Prafi Mulya, Manokwari (Foto:Marthina/TopbNews.com)

Bupati berharap, stabilitas ketahanan pangan di Manokwari akan tetap ditingkatkan dengan meningkatkan produktifitas pertanian pada daerah penghasil lumbung padi.

Bupati menjelaskan, kebutuhan beras di Manokwari setiap minggu sebanyak 1.560 Ton, sementara ketersediaan beras sebanyak 2.723 Ton di Gudang Bulog, Petani maupun Distributor.

“Saya pastikan, ketahanan pangan Manokwari selama Januari hingga November relatif stabil,” ungkap Hermus.

Bahas potensi lahan untuk padi sawah, Hermus menjelaskan potensi lahan padi sawah di Kabupaten Manokwari tersedia 10.250 Hektar. Lahan yang sudah dikelola seluas 1.223 Hektar. Terdapat hampir 8 Ribu Hektar yang belum dioptimalkan.

“Mudah-mudahan ada kolaborasi sisa lahan yang belum kita optimalkan ini dapat kita tingkatkan. Kita pastikan jika 8 ribu hektar lahan bisa menghasilkan, maka produksi beras Manokwari bisa cukup dan bisa menjadi penyangga pangan di tanah Papua,” ucap Hermus.

Sayangnya, diungkap Hermus hambatan terjadi karena kenaikan harga pangan khusus beras premium sebesar Rp. 16.000 dan beras medium Rp. 15.000 di tingkat pengecer. Kondisi ini disebabkan faktor naiknya harga beras internasional. Hambatan lain adalah kurangnya benih bersertifikasi, pupuk non subsidi, dan pupuk organik, jaringan irigasi, penyediaan bibit ternak sapi unggul Inseminasi buatan dan pakan ternak.

Bupati Manokwari, Hermus Indou saat memberikan sambutan dalam kunker Wamentan dalam rangka panen padi dan penyerahan bantuan pemerintah (Foto: Marthina/TopbNews.com)

“Ini sejumlah kendala dan hambatan yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat menjawab keluhan dan tantangan yang dihadapi petani di Kabupaten Manokwari,” kata Hermus.

Bupati Hermus juga mengaku upaya Pemkab Manokwari menekan laju inflasi dengan menggelar Gerakan Pangan Murah sebanyak 11 kali kegiatan. 9 kegiatan diantaranya digagas oleh Pemprov Papua Barat.

”Pemkab Manokwari telah melakukan gerakan belanja massal di pasar tradisional. Program ini akan digelar rutin setiap bulan,” pungkasnya.

Menjawab harapan Pemkab Manokwari, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Harvick Hasnul Qolbi menyampaikan agar setiap daerah wajib menjaga kestabilan pangan.

Penyerahan Bantuan oleh Wamen Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi Kepada Perwakilan Kelompok Tani di Prafi Mulya (Foto: Hengki/TopbNews.com)

“Saya yakin Manokwari memiliki potensi tanaman pangan yang cukup baik, mengingat kondisi geografis di daerah ini cukup mendukung dikembangkannya tanaman pangan,” ungkap Wamentan sembari menegaskan pemerintah berkomitmen memberikan perhatian lebih terhadap pertanian, dengan harapan masyarakat menjadi merdeka pangan.

Usai memberikan sambutan, Wamentan menyerahkan bantuan kepada kelompok tani berupa Buku tabungan, paket sembako, Alat mesin pertanian dan sejumlah bibit hortikultura. (*)

Penulis : Marthina/Hengki

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!