Sambangi Manokwari, Wamentan Sebut Iklim Perniagaan Pasar Wosi Menjanjikan

Wamen Pertanian di dampingi, Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere Bersama Bupati Manokwari, Hermus Indou saat melakukan kunjungan di Pasar Wosi, Manokwari (Foto:Marthina/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Harvick Hasnul Qolbi saat menyambangi Kabupaten Manokwari menyebut iklim perniagaan di Pasar Wosi memiliki prospek menjanjikan. Menurutnya, Manokwari banyak menunjukkan kemajuan di bidang ekonomi daerah.

mostbet

Harvick mengakui Pasar Wosi dapat menghidupi kebutuhan masyarakat Manokwari.

“Hasil kunjungan kami di Pasar Wosi Manokwari kali ini saya melihat los sayur-mayur, buah-buahan, bumbu-bumbuan yang menjadi kebutuhan hotel, restoran dan kafe. Jika kita lihat Manokwari bisa menghidupi kebutuhan masyarakatnya sendiri dari sisi sayur-mayur, buah-buahan. Kedepan harapannya produk lokal bisa dipasok ke luar daerah. Jadi tak hanya menghidupi masyarakat Manokwari, tetapi juga surplus untuk memenuhi permintaan di daerah lain,” ucap Wamentan Dalam lawatan kerja ke Manokwari, Sabtu (2/12), didampingi Pj. Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere dan Bupati Manokwari serta Forkopimda Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari.

Menurut Harvick, kemajuan Pasar Wosi juga membuka lapangan kerja baru.

“Jadi dari mulai on farm dan off farm ini banyak anak-anak muda jadi tertarik bikin keripik, dan banyak lagi yang bisa kita lakukan,” sebutnya.

Wamentan saat melakukan kunjungan di Pasar Wosi, Manokwari (Foto: Hengki/TopbNews.com)

Wamentan juga menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi los pasar daging. Di lokasi itu, Wamentan menyebut ada sedikit permasalahan untuk sapi potong.

“Ini karena pedagang dari Sorong mengambil sapi hidup dari Manokwari, sehingga populasi sapi di Manokwari berkurang, akan tetapi harga jual daging sapi tetap stabil,” terang Harvick.

Ia menegaskan, pemerintah harus segera melakukan tindakan responsif dengan membangun Rumah Potong Hewan (RPH) di Manokwari. Pasalnya, kehadiran RPH modern akan mendorong produktivitas daging di daerah dan pedagang mendapatkan manfaat lebih baik.

“Soal masalah sapi kita akan coba perbanyak melalui beberapa program kemitraan dengan masyarakat peternak di Manokwari. Mudah-mudahan dapat menekan harga dan memberikan keuntungan yang lebih kepada masyarakat peternak di Manokwari,” jelasnya.

Wamen Pertanian Meninjau Langsung Pasar Daging di Manokwari (Foto:Marthina/TopbNews.com)

Wamentan menambahkan, kementerian juga akan memprogramkan stimulan budidaya sapi.

“Bukan hanya stimulan tapi memang langsung kita zonasi baik itu RPH maupun sentra peternak di Manokwari. Hasil kunjungan kerja kali ini akan saya laporkan ke Presiden langsung untuk memitigasi masalah sekaligus mencari jalan keluar,” pungkas Harvick. (*)

Penulis : Marthina/Hengki

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!