TVRI Papua Barat dan Bapanas Gelar Bazar Murah untuk Kendalikan Inflasi

Manokwari, TopbNews.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-63 Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, TVRI Papua Barat bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan Bazar Gerakan Pangan Murah di Manokwari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digelar secara serentak di 32 stasiun TVRI se-Indonesia.

Kepala LPP TVRI Papua Barat, Abraham M. L. Rumere, mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi TVRI terhadap stabilisasi harga pangan dan pengendalian inflasi.

“Pasar murah ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara TVRI dan instansi terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan serta pelaku usaha pangan lokal”, ujar Abraham.

Mewakili Gubernur Papua Barat, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Melkias Werinussa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, dinamika harga bahan pangan pokok saat ini cenderung meningkat dan dapat memicu kenaikan inflasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya konkret dan sinergitas lintas sektor untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan.

“Pasar murah ini merupakan langkah strategis dalam menekan inflasi, yang juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Apresiasi kami berikan kepada seluruh pihak, termasuk distributor dan organisasi wanita yang terlibat”, ujarnya.

Melkias menjelaskan bahwa inflasi Papua Barat per Juni 2025 tercatat naik, namun masih dalam angka wajar sebesar 0,9%, berdasarkan data BPS. Kenaikan harga beras dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi, sementara harga komoditas tomat justru mengalami penurunan.

Ia menambahkan bahwa tantangan distribusi pangan di Papua Barat masih tinggi akibat kondisi geografis dan minimnya fasilitas penyimpanan hasil pertanian.

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan inovasi teknologi penyimpanan seperti yang dilakukan di daerah lain, misalnya teknik penyimpanan bawang merah agar tahan hingga 4-5 bulan.

Pemprov Papua Barat juga tengah mendorong kerja sama antar daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, untuk menjamin kelancaran pasokan pangan.

“Kami berharap ada kerjasama lebih intensif, misalnya antara Papua Barat dan Jawa Timur, karena sebagian besar pasokan pangan kita berasal dari sana”, tambahnya.

Melkias juga menyoroti pentingnya perluasan cakupan wilayah pemantauan inflasi oleh BPS. Saat ini, hanya terdapat satu kota yang menjadi acuan data inflasi di Papua Barat. Ia berharap BPS dapat menambah minimal dua kabupaten lagi agar data inflasi lebih representatif terhadap kondisi wilayah.

Diakhir sambutannya, Melkias menyampaikan selamat ulang tahun ke-63 untuk TVRI.

“Semoga TVRI terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan informasi, edukasi, dan hiburan berkualitas bagi masyarakat”, tutupnya.

Kegiatan bazar murah ini diharapkan dapat menjadi referensi dan solusi jangka pendek dalam menghadapi tekanan inflasi serta mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!