
Manokwari, TopbNews.com — Polda Papua Barat menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem serta bencana hidrometeorologi di Mapolda Papua Barat, Maripi, Jumat (7/11/2025).
Apel kesiapsiagaan ini digelar serentak di seluruh Indonesia. Khusus di Polda Papua Barat dipimpin langsung Wakapolda Brigjen Pol Yosi Muhamarta. Mengawali kegiatan, dilakukan pengecekan pasukan yang melibatkan unsur Basarnas, TNI, BNPB Papua Barat, serta instansi terkait lainnya.
Dalam amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan oleh Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Yosi Muhamarta, disebutkan sejumlah penekanan dalam menghadapi potensi bencana, di antaranya:
• Melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana melalui koordinasi dengan BMKG.
• Memberikan informasi kamtibmas terkait potensi ancaman bencana kepada masyarakat.
• Memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta peralatan evakuasi dan kendaraan operasional.
• Melakukan simulasi tanggap darurat bencana secara rutin bagi masyarakat.
• Mengedepankan kecepatan respon tanggap darurat bencana.
• Melaksanakan tugas kemanusiaan dengan empati, tulus, dan profesional.
• Memastikan seluruh kegiatan penanggulangan bencana berjalan sesuai prosedur.

Kapolri juga melaporkan, sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat 361 orang meninggal dunia, 37 orang hilang, 615 orang luka-luka, serta 5,2 juta orang mengungsi akibat cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di Indonesia. Selain itu, 31.496 rumah serta 887 fasilitas umum dan perkantoran dilaporkan mengalami kerusakan. (TOP-01).