Tidur Nyaman dan Bebas Malaria, Pakai Kelambu Baru

Kelambu baru anti nyamuk yang akan didistribusikan Dinas Kesehatan Papua Barat Maret 2023 (sumber foto : Dinkes Papua Barat/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews– Tahun 2020 lalu, pemerintah telah membagikan kelambu di Provinsi Papua Barat dengan cakupan pembagian sebesar 98%. Dari seluruh warga yang menerima pembagian itu, 73% secara rutin memakai kelambu saat tidur. Namun 27% sisanya, enggan memakai dengan berbagai alasan. Salah satunya karena merasa kurang nyaman saat memakai kelambu di malam hari. Ada juga yang mengaku ukuran kelambu kecil dan juga kualitas kelambu kurang baik. 

mostbet

Maret 2023, pemerintah akan kembali membagikan kelambu kepada warga. Total hampir 200 ribu kelambu yang akan dibagikan ke seluruh Papua Barat. Pemerintah mengklaim, kelambu baru anti nyamuk ini berbeda dengan yang pernah dibagikan. Karena kelambu baru ini terbuat dari bahan polyester sehingga lebih halus, lembut, tidak berkerut dan tidak terasa panas.

“Dengan ukuran yang lebih besar yakni 180cm x 180cm dan dilengkapi dengan pengait yang mudah dipasang, kelambu baru anti nyamuk ini akan lebih nyaman dan melindungi masyarakat dari gigitan nyamuk malaria pada malam hari,”ujar Kabid P2P Dinkes Papua Barat, dr. Nurmawati.

Dijelaskan Nurmawati, dengan kelambu baru ini diharapkan tidak hanya memproteksi orang untuk tidak digigit tetapi juga mengurangi populasi nyamuk. “Jadi dengan zat kimia (insektisida) yang ditambahkan dalam kelambu, menyebabkan nyamuk akan mati begitu hinggap di kelambu. Namun zat ini tidak berbahaya bagi manusia,” jelasnya.

Dari survey yang dilakukan, menurut Nurmawati, masyarakat paling banyak mulai menggunakan kelambu pukul 21.00 WIT. Sehingga sebelum waktu tersebut, sejak pukul 18.00 WIT, masyarakat diharapkan melakukan sejumlah pencegahan mandiri. Yakn memakai obat nyamuk atau menggunakan lotion anti nyamuk, memakai baju dan celana panjang ketika berada di luar rumah. “Nyamuk Anopheles penular malaria menggigit dari pukul 18.00 WIT hingga 06.00 WIT Pagi,” jelas Nurmawati.

Sementara untuk pemakaiannya, terlebih dahulu kelambu yang diterima harus segera dibuka dari kemasannya dan di angin-anginkan selama 24 jam sebelum digunakan, agar obat anti nyamuk bekerja maksimal.  “Melalui media gathering ini. Kami sangat berharap dukungan teman-teman media  dalam membantu memberikan informasi dan edukasi melalui media masing-masing, sehingga masyarakat lebih memahami betapa pentingnya menggunakan Kelambu Baru Anti Nyamuk ini. Diharapkan hal ini dapat mempercepat penurunan kasus malaria di Provinsi Papua Barat,” ujarnya.

“Mau tidur nyaman, pakai Kelambu Baru,” pungkasnya.

Penulis : Tesan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!