
Manokwari, TopbNews – Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya menjadi Kabupaten pertama di Tanah Papua yang dinyatakan bebas malaria. Kabupaten Sorong Selatan dinyatakan lulus dalam penilaian eliminasi malaria pada tanggal 3 – 5 November 2022.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dr. Nurmawati mengatakan, capaian ini di luar prediksi nasional. “Sorong Selatan yang menjadi kabupaten tereleminasi malaria ini sangat mengagetkan. 8 tahun sebelum ditargetkan ternyata sudah tereleminasi,” ungkap Nurmawati.
Diakui Nurmawati, dalam capaian ini, Pemda Sorong Selatan melaksanakan paket-paket intervensi yang komprehensif untuk daerah-daerah endemis.
“Telah lakukan paket komprehensif yang tidak hanya hindari gigitan nyamuk tetapi lintas sektornya memiliki komitmen yang tinggi untuk mengambil peran masing-masing dalam memerangi malaria. Merekayasa tempat nyamuk jadi kolam, sosialisasi dilakukan terus di masyarakat, dan kelambu yang dibagikan digunakan,” jelasnya.
Provinsi Papua Barat merupakan daerah dengan jumlah kasus terbanyak kedua di Indonesia, setelah Provinsi Papua. Provinsi Papua Barat merupakan daerah endemis malaria dengan angka 19 kasus per 1000 penduduk dengan jumlah kasus sebanyak 9.429 kasus malaria.
Dari tujuh kabupaten wilayah Papua Barat terdapat tiga kabupaten berstatus endemis tinggi yaitu Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama. Sedangkan Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, dan pegunungan Arfak berstatus endemis sedang.
Papua Barat menargetkan tahun 2027, akan bebas malaria. Target itu bisa dicapai dengan komitmen bersama antara gubernur, bupati/walikota dan Ketua DPRD se-Papua Barat pada Agustus 2017 lalu. Itu juga sejalan dengan target eliminasi malaria nasional yang ditetapkan pada tahun 2030.
Penulis : Tesan