
Manokwari, TopbNews – Pasar Tingkat yang berada di Sanggeng, Distrik Manokwari Barat beberapa tahun lalu pernah menjadi salah satu pusat perbelanjaan modern di Manokwari. Pasar yang menyediakan aneka kebutuhan sandang dan pangan ini, cukup ikonik bagi Kota Manokwari. Pengunjung yang datang, bukan hanya dari dalam Kota Manokwari. Tapi juga dari daerah-daerah penyanggah.
Di akhir pekan, pusat jajanan dan kulakan ini kerap dipakai warga untuk berkumpul dan menghabiskan malam Minggu mereka.
Di moment perayaan hari-hari keagamaan, pasar ini jadi sasaran warga untuk berbelanja aneka kebutuhan. Lokasinya yang berada di tengah kota, menjadikan pasar ini sebagai pilihan utama warga. Sayangnya, seiring berkembangnya Kota Manokwari, Pasar Tingkat tidak seramai dulu lagi.
Pasar ini, bahkan beberapa kali mengalami musibah kebakaran. Pada 2018, beberapa bagian pasar ini sempat terbakar. Yang terakhir, pertengahan 2022, tepatnya Bulan Juni 2022, sebagian los di lantai 2 Pasar Tingkat kembali dilalap si Jago Merah.
Kini, melalui program revitalisasi pasar, Pemerintah Kabupaten Manokwari memutuskan meratakan Pasar Tingkat dan membangunnya menjadi pasar modern. Rabu (8/3), dipimpin Pj. Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw dan Bupati Manokwari, Hermus Indou, Pasar Tingkat yang dibangun sejak 1989 itu akhirnya diratakan menggunakan sejumlah alat berat.
Di kesempatan ini, Bupati Hermus Indou, kembali mengenang proses awal pembangunan pasar. Menurut Hermus, pembangunan pasar dilakukan pada masa kepemimpinan Bupati Esau Sesa. “Saya percaya pembangunan Pasar Sanggeng yang sebelumnya dibangunan dengan APBD yang tak seberapa. Tetapi saya percara, Bapak Sesa mempunyai visi pembangunan yang luar biasa demi kemajuan Kabupaten Manokwari,” ujar Hermus
Berkat visi itulah, menurut Hermus, Manokwari yang pertama kali kala itu yang mempunyai pasar sentral modern. “Saya kira, seluruh Tanah Papua di tahun itu hanya Manokwarilah yang memiliki pasar sentral yang modern seperti ini,” lanjutnya.
Orang nomor satu di Manokwari ini tidak menampik jika selama 30 tahun terakhir, Pasar Tingkat Sanggeng sudah memberi banyak manfaat. Terutama dalam menggerakkan pereokonomian daerah. Bukan hanya bagi warga Manokwari, tapi juga mereka yang datang dari Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama dan Pegunungan Arfak.
Sebagai bentuk apresiasi, pada acara pembongkaran pasar, bupati secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada keluarga Almarhum Bupati Esau Sesa. “Kita bersyukur kurang lebih 30 tahun, pasar ini telah memberi manfaat kepada seluruh masyrakat. Pemerintah menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga Almarhum Drs. Esau Sesa (Almarhum) yang dalam masa kepemimpinannya telah menyediakan Pasar Sanggeng ini bagi kita semua. Kiranya Tuhan akan terus memberkati keluarga ini,” ujar Hermus.
Sesuai rencana, proses pembongkaran akan dilaksanakan selama dua bulan ke depan. Selama proses pembongkaran dan dilanjutkan dengan pembangunan, para pedagang akan menempati pasar-pasar sementara yang telah disiapkan pemerintah.
Berdasarkan desain yang disiapkan pemerintah, Pasar Sanggeng nantinya akan ditingkatkan menjadi empat lantai. Di lantai dasar, nantinya akan dijadikan areal pasar basah. Sementara lantai dua hingga tiga akan dipakai para pedagang penjual kebutuhan sandang dan elektronik. Sementara lantai atas, akan menjadi pusat jajanan. Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk merevitalisasi pasar seluas 23 ribu meter persegi itu adalah Rp.70 miliar. (*)
Penulis: Hengky Kadiwaru/ Hasrul Bugis