Syukuran HUT Ke-68 Kampung Waena Berlangsung Meriah

Salah satu tarian tradisional yang meramaikan acara syukuran HUT Kampung Waena. (Foto: Natalia/ TopbNews.com)

mostbet

Jayapura, TopbNews- Masyarakat Kampung Waena Peringati HUT Ke-68 dengan menggelar syukuran di halaman Obhe (Pendopo Adat) Ondofolo Heram Rasing Klebeuw, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Kamis (30/3). Acara yang dikemas menarik itu berlangsung meriah diawali dengan karnaval budaya, dan dilanjutkan dengan ibadah syukur yang berlangsung hikmat dipimpin oleh pendeta Johan Wally.

Ondofolo Heram Rasing Klebeuw, Richard Herman Morouw Ohee, mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan, dimana hingga usia Ke-68 saat ini, seluruh warga masyarakat di Kampung Waena masih terus hidup berdampingan satu dengan lainnya sejak 30 Maret 1955.

“Dalam suasana sukacita bersama ini, sebagai tokoh adat, kami ingin menegaskan beberapa hal yaitu soal keamanan di Kampung Waena wajib dijaga oleh semua warga masyarakat yang ada dan tinggal secara bersama. Baik masyarakat pemilik hak ulayat dan saudara kita dari Nusantara. Yang berikut adalah semua saudara kita yang datang dari Nusantara harus mengikuti seluruh aturan dan norma adat di daerah ini. Dan yang terpenting lagi, kita semua harus tetap semangat menjaga keutuhan dan kebersamaan di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Richard.

Menurutnya, banyak perubahan yang terjadi selama 68 tahun, dan Kampung Waena masih terus membangun mengikuti perkembangan.

“Kampung Waena yang dulunya dikenal sebagai tempat berburu oleh masyarakat lokal waktu itu, saat ini sudah berubah berkat kerja keras para pendahulu kita yang membawa pembangunan masuk ke kampung ini,” ujarnya.

Dia menegaskan, di era globalisasi ini generasi muda di Kampung Waena harus mampu bersaing dan terus tingkatkan ilmu yang dimiliki untuk masa depan yang lebih baik.

“Generasi muda harus maju dan jangan hanya berdiam diri, apalagi bermalas-malasan dan terpengaruh dampak negatif dari pergaulan. Yang harus diingat bahwa tongkat estafet selanjutnya ada di pundak generasi muda saat ini,” tegasnya mengingatkan.

 Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-68 Kampung Waena, Yan Willem Ongge menyampaikan, sejumlah kegiatan telah perayaan HUT ke-68 Kampung Waena.

“Rangkaian acara yang ada jelang peringatan hut antara lain, pengecetan makam para pendahulu kita di Kampung Waena, karnaval budaya, dan sejumlah lomba juga kegiatan bakti sosial,” urainya.

Ditempat yang sama Tokoh perempuan Kampung Waena, Sipora Modouw, menilai perjalanan panjang 68 tahun Kampung Waena ada banyak perubahan terjadi, salah satunya peningkatan sumber daya manusia (SDM) dimana  generasi muda yang ada saat ini mampu bersaing dan turut berkontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara tetapi juga secara khusus Kampung Waena.

Bukan hanya itu, dampak pembangunan di Kampung Waena Nampak terlihat jelas dengan adanya beberapa pusat pelayanan publik, baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, juga pelayanan publik lainnya.

“Seperti yang kita lihat, sekarang sudah banyak fasilitas publik yang ada di Waena. Mulai dari pusat pendidikan, kesehatan, pusat perbelanjaan, perkantoran, juga lainnya, ungkap Sipora.

Puncak acara di halaman pendopo adat digelar pameran kerajinan tangan dan kuliner khas Papua oleh kelompok UMKM di Kampung Waena, tarian adat dari kampung ifar besar, seruling tambur dan  Acara hiburan rakyat, dimeriahkan oleh artis-artis lokal  yakni Konak Akustik, The Sagoo, Mace Purba, dan Edgard Aronggear.

Penulis : Natalia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!