
Kota Jayapura, TopbNews.com – Festibal Tunas Bahasa Ibu Tahun 2024, menyisakan rasa bangga dan bahagia bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Kota Jayapura.
Pasalnya, dalam penyelenggaraan FTBI 2024, untuk kategori Cerpen dan Dongeng disabet siswa dari SMP Negeri 2 Kota Jayapura.
Juara 1 Kategori Cerpen diraih Juanita Jitmau, sementara Juara 3 diraih Trifosa Wondiwoy. Khusus juara 3 Kategori Nyanyian Rakyat diraih Gloriya.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kota Jayapura, Dorthea Caroline Enok merasa bangga atas hasil yang diperoleh para siswanya.
Terlebih lagi dua siswanya akan mewakili Papua mengikuti upacara Hardiknas 2024 di Jakarta mendampingi Menteri Pendidikan RI.

“Kami bersyukur kepada Tuhan bahwa anak-anak kami berhasil meraih beberapa kategori di FTBI tahun 2024. Dan dari sekian banyak siswa-siswi di Papua, dua anak kami terpilih mewakili kota Jayapura bahkan Provinsi Papua dalam Upacara Hardiknas pada 2 Mei mendatang,” ujarnya.
Dhortea menjelaskan proses yang telah diikuti dan dilalui para siswa di sekolah, dimana mereka ingin lebih mengetahui seperti apa bahasa ibu Tobati.
“Dan bagian itu telah kami jelaskan bahwa tugas kita adalah melestarikan budaya, bahasa dalam hal ini bahasa ibu. Awalnya sulit tapi kami bersyukur karena ada penutur yang selalu ada bersama para siswa dan menjadi mentor menolong dalam pembelajaran,” ungkap Dorthea.
Dua siswa yang akan mengikuti Hardiknas yakni Tedi Dimara yang akan mendongeng dan Clara yang akan bernyanyi menggunakan bahasa Tobati.
Agustinus Tedy Dimara siswa asli Biak ketika dijumpai awak media menyampaikan dirinya menyukai bahasa tobati karena lahir besar di port Numbay.
“Karena saya sudah tinggal lama, lahir dan sekarang sekolah di kota Jayapura, makanya saya harus melestarikan bahasa dimana saya tinggal. Bahasa ibu kita sudah hampir punah dan harus kita lestarikan, kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikannya,” ujar siswa kelas IX C, SMP Negeri 2 ini.

Menurut Tedy awalnya sulit untuk mempelajari bahasa tobati, namun karena kecintaanya terhadap bahasa ibu dalam waktu satu bulan dirinya telah fasih berbahasa tobati.
“Belajar bahasa tobati dari ibu guru yang sering mengajak kami ke kampung tobati. Disana kita pelajari tentang kampungnya, adatnya, pkesehatannya dan bahasanya, sampai kita bisa dan mengerti bahasa tobati,” ujar Tedy.
Tedy juga berbagi tips dan trik gampang belajar bahasa ibu yakni sering berlatih dan membaca berulang kali sehingga hafal dan tidak salah dalam penyebutan kata.
Penulis : NatYo