
Jayapura, TopbNews.com – Usai dilaksanakan selama tiga hari (17-19 April 2024) akhirnya Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat SD dan SMP se- Kota Jayapura resmi ditutup Penjabat Sekda Kota jayapura, Roby Kepas Awi, Jumat (19/4).
Raut wajah penuh sukacita dan gembira terpancar dari para peserta lomba.
Dalam sambutannya, Roby Kepas Awi mengatakan FTBI ini tidak hanya menjadi wadah untuk memperkaya budaya dan kearifan lokal, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman bahasa dan budaya yang ada di tanah air.
“Saya merasa bangga melihat antusiasme dan partisipasi aktif seluruh anak-anakku dalam kegiatan festival tunas bahasa ibu. FTBI memberikan ruang bagi generasi muda untuk menggali, memahami, dan melestarikan bahasa ibu sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan jati diri kita,” kata Roby Kepas Awi.
Dia menambahkan, dalam perjalanan festival tunas bahasa ibu bahasa tobati ini, tamu undangan tidak hanya dihibur dengan beragam pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga disuguhkan dengan berbagai kegiatan edukatif yang memperkaya pengetahuan tentang kekayaan bahasa dan budaya.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat cinta terhadap bahasa ibu dan budaya lokal terus berkobar di hati setiap generasi muda kita, generasi emas port numbay,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Roby Kepas awi juga memberikan penghargaan kepada seluruh panitia, guru pendamping dan orang tua yang telah bekerja keras dan mendukung keberanian dan kepercayaan diri anak-anak dalam menyukseskan FTBI.
“Dedikasi dan kerja keras bapak dan ibu, saudara telah menjadi pilar utama dalam mengangkat martabat budaya lokal dan melestarikan warisan leluhur. Mari terus menjaga kebersamaan dengan terus memperkaya diri melalui bahasa dan budaya, sebagai jembatan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia FTBI, Grace Linda Yoku mengatakan, bahasa ibu harus dilestarikan karena bahasa di Kota Jayapura atau bahasa daerah di Kota Jayapura hanya ada delapan.
“Yang sekarang kita baru mencoba dengan satu bahasa yaitu bahasa tobati, masih ada 7 bahasa lagi dan ini menjadi tanggung jawab besar kita semua, Pemerintah, orang tua dan bapak ibu guru sebagai ujung tombak di lapangan untuk mengajarkan anak-anak bangsa ini supaya dapat mengenal bahasa daerah yang ada di port Numbay,” ungkap Grace Yoku yang juga Kabid Kebudayaan Kota Jayapura.
Grace mengatakan, FTBI mengalami peningkatan dari tahun lalu, meskipun antusiasnya tidak terlalu besar.
”Tapi tahun ini luar biasa,
Jadi saya rasa untuk bahasa tobati mungkin sudah cukup karena anak-anak sepertinya sudah mahir berbahasa tobati dan itu cukup membanggakan bagi kami,” ujarnya.
Ditambahkan Grace Yoku tahun 2025 akan digelar FTBI Bahasa Skouw.
“Kenapa bahasa skouw karena sudah ada kamus bahasa skouw, jadi kita akan belajar lagi bahasa Skow dan ingin saya sampaikan bahwa bahasa Skouw adalah bahasa nada, jadi mungkin tingkat kesulitannya lebih tinggi lagi, tetapi saya percaya pasti kita bisa jadi tahun depan kita akan FTBI bahasa Skouw,” katanya optimis. (*)
Penulis : NatYo