
Manokwari, TopbNews.com – Mas Masirawi diyakini ‘Seksi’ karena memiliki kandungan kadar emas yang tinggi.
Pernyataan ini dilontarkan Anggota DPR RI Komisi XIII, Yan Permenas Mandenas bukan tanpa sebab. Pasalnya, para aktor dibelakang aktifitas tambang ilegal ini rela mengeluarkan modal besar untuk mendapatkan hasil yang menggiurkan.
Mandenas menjelaskan, dari hasil temuan di lapangan, 4 hingga 5 penambang mengatakan dalam sebulan mereka bisa menghasilkan emas sekira 1 hingga 3kg lebih.
“Terdapat ribuan kelompok penambang diatas. Kadar emasnya pasti tinggi. Mas seksi. Jadi pemodal berani keluar dana besar. Bayangkan 1 alat berat harganya bisa mencapai 2 miliar, dan ada ratusan alat berat yang beroperasi diatas”, jelasnya sembari menambahkan jalur sungai diisi dengan alat berat. Dimana 1 penambang memiliki 3 eksavator dan masih terdapat sekitar 600 an yang masih beroperasi.
Lanjut Mandenas, hasil kunjungannya di Lapas Manokwari, ia menyayangkan sekitar 30 penambang yang ditangkap. Mereka yang notabene bekerja tanpa mendapatkan hasil yang sepadan dari keuntungan para pemodal.

“Dibawah ditangkap, diatas tidak. Harusnya yang ditangkap yang biayai dan danai. Nantinya masyarakat harus diberi edukasi. Otaknya ini yang harus ditangkap”, ujarnya lantang.
Dikatakan Mandenas, harus ada proses edukasi dan juga asas keadilan. Persoalannya bukan masyarakat menambang tapi harusnya bagi hasil. Masyarakat jangan menjadi budak, karena semangat kita memberdayakan masyarakat.
“Kalau para pemodal bagi hasil dengan masyarakat dan pekerja saya akan sampaikan aktifitas tambang dilanjutkan, tapi jadikan masyarakat sebagai budak, saya akan berantas itu”, ujar Mandenas.
Mandenas menyebut, jika dikalkulasikan maka penambang dapat menghasilkan sekitar 35 miliar dalam setahun dan estimasi 4 triliun per tahun dari hasil tambang mas di Wasirawi. Angka yang bila dapat dikelola dengan baik, tentunya memberi manfaat bagi masyarakat, pemerintah dan pekerja.
“Bupati bentuk tim satgas perlindungan kawasan hutan lindung. Kalau saya jauh-jauh datang bersuara lantang maka kalian yang lebih tau kondisi daerah harusnya lebih lantang bersuara”, tutupnya.
Penulis : Tesan