
Manokwari, TopbNews.com – Guna mempersiapkan para pengawas pemilu untuk menjalankan tugas secara efektif dan meminimalkan potensi pelanggaran dalam distribusi logistik Pemilu, Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manokwari menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Pelanggaran Logistik Pemilu 2024 Bersama Panwascam Se-Kabupaten Manokwari, Kamis (7/12) malam.
Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat, Elias Idie saat membuka Rakor menyampaikan, persoalan distribusi logistik menjadi sangat penting dalam urgensi panwascam.
Menurutnya, Panwascam mengawasi dan memitigasi resiko yang terjadi di Manokwari, supaya proses penditribusian logistik pemilu berjalan aman.

“Kalau kendala dialami pada tahapan lainnya tidak akan serumit bila terjadi pada tahapan pendistribusian logistik. Bayangkan bagaimana kalau tanggal 14 Februari logistik tidak siap di TPS? pasti opini publik akan tertuju pada Bawaslu dan KPU”, ujar Elias Idie mencontohkan.
Berkaca pada pemilu 2019 lalu, Idie mengingatkan panwascam untuk mengawasi dengan ketat distribusi logistik dari gudang ke TPS.
“Pendistribusian logistik ini dilakukan oleh pihak ketiga. Sehingga kendala yang dihadapi biasanya keterlambatan logistik di TPS. Akibatnya jadwal pencoblosan yang seharusnya dimulai pukul 07.00 WIT biasanya akan molor dari waktu yang ditetapkan. Karena itu, ini menjadi perhatian penting Panwascam”, ujarnya sembari menambahkan, Pemilu diharapkan tidak saja sukses tapi berkualitas.
‘Itu tujuan akhir kita. Karena itu sangat dibutuhkan kerja kolaboratif dan saling support sistem”, kata Idie.
Sementara, Ketua Bawaslu Kabupaten Manokwari, Yustinus Yosep Maturan menyampaikan, fokus utama dalam pembahasan rakor ini adalah bagaimana menangani pelanggaran terkait dengan distribusi logistik pemilu di seluruh distrik se-Kabupaten Manokwari.
“Penguatan ini tentu sangat bermanfaat bagi panwas distrik se-Kabupaten Manokwari karena membahas isu-isu terkait logistik pemilu. Saat ini distribusi logistik pemilu sudah berjaan, tetapi pengawasan terhadap pengadaan logistik di tingkat distrik masih perlu diperhatikan”, ujarnya.

Maturan menjelaskan, terdapat beberapa kendala yang sering muncul dalam tahapan distribusi logistik seperti keterlambatan, kerusakan pada logistik, kualitas yang kurang baik, dan kesalahan dalam distribusi merupakan beberapa isu yang kerap terjadi.
“Panwascam penting memahami jenis-jenis logistik pemilu yang akan digunakan. Harapannya rakor ini dapat memberikan dampak positif untuk memberikan pemahaman dan mempertajam serta memperkuat kapasitas SDM panwas distrik dalam melaksanakan pengawasan logistik”, jelasnya.
Rakor diikuti 45 peserta terdiri dari Ketua dan anggota panwaslu distrik se-Kabupaten Manokwari sebanyak 27 orang dan Kepala Sekertariat dan SDMO/Operator Panwas distrik sebanyak 18 orang. Hadir pula, Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Manokwari, Sidarman, sebagai Narasumber dalam Rakor tersebut.
Penulis : Tesan