
Manokwari, TopbNews.com – Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Provinsi Papua Barat, Pdt. Pithein Maniani, menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait meningkatnya tindakan intoleransi terhadap umat Kristen di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Padang, Sumatera Barat, dan beberapa daerah di Pulau Jawa.
Dalam wawancara yang dilakukan di Manokwari, Senin (28/7/2025), Pdt. Maniani menegaskan bahwa PGPI Papua Barat tidak tinggal diam terhadap berbagai insiden pelanggaran kebebasan beragama dan beribadah yang akhir-akhir ini terjadi. Ia menyampaikan bahwa tindakan pelarangan, gangguan, hingga intimidasi terhadap umat Kristen yang sedang beribadah merupakan bentuk pelanggaran konstitusi.
“Kami mengecam keras setiap tindakan intoleransi dan pelanggaran terhadap kebebasan beragama yang terjadi di bangsa ini. Indonesia adalah negara hukum yang menjamin kebebasan beragama bagi setiap warga negara. Pelarangan terhadap ibadah merupakan bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai konstitusi dan Pancasila”, ujar Pdt. Maniani.
Dalam pernyataannya, PGPI Papua Barat menyampaikan lima poin sikap tegas:
- Mengecam Tindakan Intoleransi; Mereka menolak segala bentuk tindakan intoleran, khususnya yang menargetkan umat Kristen saat beribadah. Pelarangan dan gangguan terhadap rumah ibadah adalah pelanggaran berat terhadap prinsip negara hukum.
- Menolak Pelanggaran Konstitusi; Setiap pembatasan atas aktivitas keagamaan yang sah dianggap merusak semangat Bhinneka Tunggal Ika dan dapat mengganggu keutuhan bangsa.
- Mendorong Pemerintah Bertindak Tegas; Pemerintah pusat, daerah, serta aparat penegak hukum diminta untuk bersikap adil, tegas, dan tidak diskriminatif terhadap kasus-kasus intoleransi.
- Pernyataan Solidaritas dari Tanah Papua; Gereja-Gereja di Papua menyatakan dukungan moral dan doa kepada saudara-saudari seiman yang mengalami perlakuan tidak adil di daerah lain.
- Seruan Memperkuat Toleransi; PGPI Papua Barat mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, dan generasi muda untuk terus membangun budaya toleransi dan perdamaian.
Pdt. Maniani menutup pernyataannya dengan mengutip Injil Matius 5:9 “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”.
Ia juga menegaskan bahwa doa-doa umat Kristen untuk bangsa ini menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan dan kedamaian Indonesia.
“Kalau tanpa doa kami, bangsa ini mungkin sudah mengalami kehancuran. Karena itu kami minta agar pemerintah pusat bisa bersikap adil kepada umat beragama minoritas, khususnya kepada umat Kristiani”, pungkasnya.
PGPI Papua Barat berharap agar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di seluruh Indonesia juga dapat bersuara dan bersikap tegas dalam menyikapi pelanggaran terhadap kebebasan beragama. (*)
Penulis : Rian Lahindah