Peta Politik Menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sorong Selatan 2024

Jakarta, TopbNews.com – Seperti pada Daerah lainnya, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sorong Selatan juga mulai memunculkan sejumlah figur. Billboard dan baliho dengan beragam wajah kandidat telah menghiasi jalanan di daerah 1.001 sungai tersebut.

Pilbup Sorsel menjadi salah satu arena yang penting bagi publik untuk ikut serta dalam menentukan arah pembangunan ke depan, setidak-tidaknya dengan cara memilih bupati dan wakil bupati pada pesta demokrasi serentak 27 November 2024 mendatang.

Politika Research and Consulting (PRC), Minggu (28/7) melaksanakan survei opini publik menjelang Pilbup Sorsel 2024 pada 15-30 Juni 2024 lalu. Survei tersebut menggunakan teknik multi-stage random sampling, dengan 500 responden. Dengan significant level 95 persen, survei tersebut memiliki tingkat Margin of Error (MoE) sebesar 4,3 persen.

Demi menjaga kualitas data, dilakukan supervisi berlapis, respondent check, dan verifikasi terhadap seluruh kuesioner.

“Approval rating Samsudin Anggiluli (43,2 persen) dan Alfons Sesa (46,7 persen) sebagai inkumben dinilai oleh mayoritas responden “biasa saja” atau cukup, dengan kata lain tidak ada yang istimewa dari kinerja inkumben” beber Miftahul Munir selaku peneliti senior PRC.

Dengan tingkat approval rating yang demikian, publik mayoritas juga menilai hanya sebagian kecil saja dari janji politik yang terealisasi (62,5 persen).

Survei opini publik terkait Elektabilitas Top of Mind (ToM) Bupati Sorsel posisi teratas ditempati oleh Martinus Salamuk (23,0 persen) dan kedua Alfius Way (15,0 persen), sedangkan nama-nama lainnya tidak ada yang lebih dari 10 persen.

Sementara pada simulasi elektabilitas closed options
(tertutup) Bupati Sorsel dengan 15 dan 8 nama, masih menempatkan Martinus Salamuk
(29,7 persen dan 30,9 persen) dan Alfius Way (21,5 persen dan 24,6 persen) sebagai kandidat yang cukup potensial untuk memenangkan pertarungan.

“Meskipun keduanya unggul, Matinus Salamuk dan Alfius Way masih belum bisa
dikatakan “aman” karena apabila hanya ada 2 pasangan calon artinya keduanya harus mengantongi dukungan 50 persen lebih dari publik. Apabila lebih dari 2 pasangan calon, masih ada faktor pemilihan wakil juga akan memiliki dampak elektoral yang penting dalam pertarungan”, terang Munir.

Lanjut Munir, ini artinya peta politik masih cukup cair, dan memungkinkan kandidat lainnya untuk mencuri dukungan publik, misalnya melalui masa kampanye yang masih akan berjalan. Sisa waktu menjelang pendaftaran kandidat dan masa kampanye yang masih ada, sangat memungkinkan terjadinya perubahan arah dukungan publik.

Sementara itu, posisi elektabilitas ToM Wakil Bupati Sorsel ditempati oleh Petronela Krenak (10,2 persen), Yonathan Salambauw (8,0 persen), Husein Totarago (7,8 persen), Johan Bodori (5,3 persen), Dance Nouw serta Bernalinda Aifufu dengan nilai sama (4,9 persen), dan sejumlah nama lainnya.

Partai politik maupun gabungan (koalisi) partai
politik masih meracik sejumlah nama pasangan calon untuk mengikuti Pilbup Sorsel mendatang. Besar harapan kita, sosok Bupati – Wakil Bupati Sorsel mendatang mampu membangun Sorsel semakin baik. (*/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!