
Manokwari, TopbNews.com – Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) oleh Kantor Pos Indonesia Cabang Manokwari terus berlangsung di wilayah Papua Barat. Sejak dimulai pada 4 Juli 2025 lalu, sebanyak 6.562 dari total 12.716 penerima bantuan telah menerima dana BSU secara tunai, atau sekitar 44,2 persen.
Bantuan senilai Rp600 ribu per orang ini disalurkan melalui sepuluh Kantor Cabang dan Cabang Pembantu Pos Indonesia yang tersebar di lima Kabupaten, yaitu Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.
Menurut Executive Manager Pos Indonesia Cabang Manokwari, Dominius Harmoko Pandiangan, proses penyaluran masih akan berlangsung hingga 30 Juli 2025. Ia optimistis target penyaluran 100 persen dapat tercapai sebelum batas waktu tersebut.
“Kami terus berupaya mempercepat pencairan dengan menambah jumlah petugas di setiap titik layanan, total ada delapan petugas yang kami siagakan mulai dari verifikasi hingga pembayaran”, jelas Dominius, Jumat (18/7).
Selain layanan di kantor pos, strategi penyaluran juga mencakup kunjungan langsung ke komunitas dan instansi-instansi, seperti Satpol-PP dan rumah sakit daerah (RSUD).
Pos Indonesia membuka peluang bagi perusahaan yang ingin penyaluran dilakukan di tempat kerja, dengan syarat penerima bantuan bisa dikumpulkan di satu lokasi.
Bagi penerima yang memiliki keterbatasan fisik atau sedang sakit, bantuan juga dapat diantar langsung oleh petugas pos ke rumah masing-masing.
Namun, penyaluran tidak lepas dari sejumlah kendala. Salah satunya adalah menjangkau pekerja yang tinggal di kampung-kampung terpencil dengan jumlah penerima sangat sedikit. Tingginya biaya transportasi dan keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan utama.
“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas dan distrik untuk membantu mengumpulkan penerima BSU di satu tempat agar kami bisa mendatangi mereka”, tambah Dominius.
Kendala lain yang dihadapi adalah kesulitan komunikasi. Tidak semua penerima memiliki nomor handphone aktif, sementara sebagian lainnya tinggal di daerah tanpa sinyal seluler.
“Di Papua, tantangannya memang tidak sedikit, tapi kami berkomitmen untuk tetap menyalurkan bantuan ini sampai tuntas”, pungkasnya. (*)
Penulis : Rian Lahindah