
Sorong, TopbNews.com – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, Dewan Adat Lembaga Masyarakat Adat Yapen Waropen (LMA-YAWA) Sorong Raya bersama Pemuda Lingkungan Rumah Papan, Kelurahan Remu Selatan, Kota Sorong, menggelar kegiatan bertajuk “Ikrar dan Doa Bersama Pemuda Lingkungan Rumah Papan – Remu Selatan.”
Acara ini berlangsung khidmat di Halaman Kantor LMA Yapen Waropen, Kamis (30/10/2025) sore, dan dihadiri sejumlah tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pemuda setempat.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kembali nilai-nilai kebangsaan, memperkuat semangat persatuan di kalangan pemuda, serta menegaskan peran pemuda adat sebagai aset sosial dalam menjaga keharmonisan dan mendukung pembangunan daerah.
Tokoh yang hadir antara lain Kepala Suku Yapen Waropen Kota Sorong sekaligus Ketua LMA-YAWA Sorong Raya, Fredy Selsius Sawaki; Wakil Ketua Dewan Adat LMA-YAWA, Pdt. Aholiab Takanyuai, S.Th; Ketua Badan Pengurus Harian LMA-YAWA, Linder Rouw; anggota Dewan Adat, Melkianus Watori, S.Th; Sekjen LMA-YAWA, Viktor Saiya, serta perwakilan pemuda, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Ikrar Pemuda Lingkungan Rumah Papan – Remu Selatan menjadi simbol komitmen generasi muda untuk menjaga persaudaraan, membangun lingkungan, dan memperkuat semangat “Bersatu untuk Tanah Papua”.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Suku Yapen Waropen Sorong Raya, Fredy Selsius Sawaki, menyampaikan arahan yang menggugah semangat para pemuda.
“Saya bangga dan bersyukur melihat anak-anak muda hari ini bisa berkumpul dengan semangat persaudaraan. Ini bukti bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak padam. Kalian telah menunjukkan bahwa pemuda Papua punya tanggung jawab dan cinta terhadap tanah ini”, ujarnya.
Fredy menegaskan bahwa pemuda adat adalah generasi penerus yang memiliki tanggung jawab moral terhadap tanah dan budaya leluhur. Ia berpesan agar pemuda tidak terpecah oleh perbedaan, tetapi bersatu menjaga keharmonisan dan kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
“Jangan biarkan perbedaan memecah kita. Kita semua bersaudara dalam satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Mari kita jaga persatuan dan terus berbuat baik bagi masyarakat kita. Pemuda harus menjadi contoh, bukan hanya bicara tentang perubahan, tetapi menjadi pelaku perubahan”, tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah, baik dalam bidang sosial, pendidikan, maupun ekonomi. Ia berharap agar pemuda Yapen Waropen dan seluruh pemuda di Kota Sorong dapat menjadi agen perubahan yang membawa energi positif bagi lingkungannya.
“Sekolah yang tinggi, belajar yang rajin, dan gunakan ilmu kalian untuk membangun kampung dan kota ini. Jangan tunggu orang lain datang membantu, kalian sendiri harus bangkit dan bekerja. Kalau pemuda bersatu dan saling menopang, Sorong dan Tanah Papua akan damai, maju, dan diberkati Tuhan”, tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan refleksi, doa penutup, dan sesi foto bersama. Acara ditutup dengan makan bersama yang disiapkan oleh panitia pemuda dalam suasana penuh keakraban dan persaudaraan.
Kepala Suku Yapen Waropen menegaskan bahwa semangat kebangsaan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan oleh generasi muda Papua.
“Masa depan Tanah Papua ada di tangan kalian. Jangan tunggu esok untuk berubah, mulai hari ini. Jadilah pemuda yang bisa dibanggakan orang tua, berguna bagi masyarakat, dan membawa terang bagi negeri ini”, pesannya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda di Kelurahan Remu Selatan untuk mempererat hubungan antarwarga dan menguatkan nilai-nilai persatuan. Dewan Adat LMA-YAWA Sorong Raya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semangat Sumpah Pemuda tetap tumbuh di hati anak-anak muda Papua. (*/PBD-03)