
Sorong, TopbNews.com – Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Kepala Suku Yapen Waropen Sorong Raya, Fredy Selsius Sawaki, menyampaikan pesan kuat kepada generasi muda Kota Sorong agar terus menjaga persatuan, menghormati adat, dan menjadi pelaku perubahan positif di tengah masyarakat.
Dalam arahannya di kegiatan “Ikrar dan Doa Bersama Pemuda Lingkungan Rumah Papan – Remu Selatan”, Fredy Sawaki menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pemuda yang telah berinisiatif menggelar kegiatan tersebut secara mandiri. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa semangat Sumpah Pemuda masih hidup di hati anak-anak muda Papua.
“Saya bangga dan bersyukur melihat anak-anak muda hari ini bisa berkumpul dengan semangat persaudaraan. Ini bukti bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak padam. Kalian telah menunjukkan bahwa pemuda Papua punya tanggung jawab dan cinta terhadap tanah ini”, ujar Fredy Sawaki di hadapan para tokoh adat dan pemuda.
Fredy mengingatkan bahwa para pemuda adat adalah generasi penerus dan penjaga warisan leluhur yang memiliki tanggung jawab moral terhadap tanah dan budaya. Ia menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam.
“Jangan biarkan perbedaan memecah kita. Kita semua bersaudara, apa pun asal suku kita. Semua yang tinggal di tanah ini adalah bagian dari keluarga besar Tanah Papua”, pesannya.

Lebih lanjut, Fredy Sawaki mendorong para pemuda untuk tidak hanya bangga dengan adat dan budaya, tetapi juga berani maju dan berpendidikan tinggi agar dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Sekolah yang tinggi, belajar yang rajin, dan gunakan ilmu kalian untuk membangun kampung, kota, dan tanah ini”, ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pemuda menjadi contoh dan pembawa damai di lingkungan masing-masing.
“Pemuda harus jadi penyejuk, jadi jembatan, dan jadi cahaya bagi lingkungan. Kalau pemuda bersatu dan saling menopang, maka Sorong dan Tanah Papua akan damai, maju, dan diberkati Tuhan”, tambahnya.
Di akhir arahannya, Fredy menegaskan pentingnya semangat kebangsaan yang harus terus dijaga oleh generasi muda Papua.
“Kita semua ini satu nusa, satu bangsa, satu bahasa: Indonesia. Jangan lupakan itu. Walau kita orang adat, kita juga bagian dari bangsa besar yang harus kita cintai dan jaga. Mari terus berbuat baik, menjaga adat, menghargai orang lain, dan tetap rendah hati”, tuturnya.
Ia menutup dengan pesan yang menggugah:
“Masa depan Tanah Papua ada di tangan kalian. Jangan tunggu esok untuk berubah, mulai hari ini. Jadilah pemuda yang bisa dibanggakan orang tua, berguna bagi masyarakat, dan membawa terang bagi negeri ini. Pemuda Papua harus menjadi pelaku perubahan, bukan penonton”. (*/PBD-03)