Pemkab Teluk Bintuni Salurkan Bantuan bagi Pengungsi Moskona, Pemulangan Ditarget April–Mei 2026

Bintuni, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terus menunjukkan komitmennya dalam menangani pengungsi asal Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh.

Bantuan logistik berupa kebutuhan pokok telah disalurkan guna menjawab kebutuhan mendesak para pengungsi.

Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah pengungsi yang telah teridentifikasi mencapai 95 orang. Namun, sekitar 20 orang lainnya yang berada di wilayah Sorong masih menunggu konfirmasi kedatangan dan belum masuk dalam pendataan resmi.

Sementara itu, sebagian pengungsi lainnya masih bertahan di lokasi lama dengan jumlah sekitar 10 orang. Para pengungsi saat ini tersebar di sejumlah titik penampungan, termasuk di belakang POM.

Bantuan yang disalurkan berupa beras, sembako, selang, dan mesin air dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama konsumsi harian dan mandi cuci kakus (MCK) dalam kondisi darurat.

Kepala Distrik Moskona Utara Jauh, Markus Frasa, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, khususnya kepada Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran atas perhatian yang terus diberikan kepada masyarakat pengungsi.

“Perhatian pemerintah sangat dirasakan oleh masyarakat pengungsi, baik di Moskona Utara maupun Moskona Utara Jauh, terutama dalam situasi sulit seperti saat ini”, ujarnya.

Terkait rencana pemulangan, pemerintah daerah akan melakukan verifikasi lapangan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian, guna memastikan kondisi kampung halaman para pengungsi benar-benar aman.

Apabila hasil peninjauan menunjukkan situasi kondusif, maka masyarakat akan segera dipulangkan ke kampung masing-masing.

Proses pemulangan ini ditargetkan berlangsung pada periode April hingga Mei 2026, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Sementara itu, Kepala Kampung Tobias Yafies mengungkapkan bahwa keberadaan pengungsi yang saat ini tinggal di wilayah masyarakat lain berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bahkan konflik sosial jika berlangsung terlalu lama.

Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memulangkan warga ke Kampung Inovina, Distrik Moskona Utara Jauh.

Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan kesiapan infrastruktur dasar sebelum proses pemulangan dilakukan. Hal ini mencakup ketersediaan listrik serta lahan kebun dan berburu yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat.

Pihak kampung juga menilai bahwa kondisi tinggal terlalu lama di wilayah orang lain berpotensi menimbulkan beban bagi pemerintah dan memicu persoalan baru, termasuk konflik dengan pemilik hak ulayat.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah strategis agar proses pemulangan berjalan aman, terencana, dan berkelanjutan. (*)

Penulis: Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!