
Manokwari, TopbNews.com – Musyawarah Daerah (Musda) II Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Papua Barat menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara perempuan Kristen dan pembangunan daerah.
Kegiatan di Manokwari, Kamis (26/3/2026) menitikberatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui peran aktif perempuan.
Ketua DPD PWKI Papua Barat, Febelina Wondiwoy, menegaskan Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan arah program kerja kedepan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Musda ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan serta menyusun strategi ke depan yang lebih terarah dan berdampak,” ujarnya.

Ia menekankan, PWKI harus terus bertransformasi agar mampu menjawab tantangan zaman. Perempuan Kristen, menurutnya, memiliki peran penting tidak hanya dalam lingkup gereja, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
“Nilai kasih, integritas, dan iman harus menjadi dasar dalam setiap gerak organisasi,” tambahnya.
Febelina menyoroti pentingnya melahirkan kepemimpinan yang berintegritas dan memiliki visi yang jelas. Hal ini dinilai krusial membawa PWKI menjadi organisasi yang kuat, relevan, dan mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengingatkan sejumlah persoalan pembangunan masih menjadi tantangan serius, di antaranya kemiskinan dan stunting yang berdampak langsung pada kualitas generasi masa depan.

Ia mengungkap, angka kemiskinan di Manokwari saat ini masih berada di kisaran 9 persen atau sekitar 14 ribu jiwa. Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan.
“Tidak ada satu pihak pun yang bisa menyelesaikan persoalan ini sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong semua elemen, termasuk PWKI,” tegasnya.
Hermus menilai, keberadaan organisasi perempuan seperti PWKI memiliki posisi strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga.
Ia berharap, PWKI menjadi motor penggerak yang mampu menyatukan perempuan untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
“Persatuan adalah kunci kekuatan. Dengan kebersamaan, berbagai persoalan pembangunan dapat dihadapi dan diselesaikan secara lebih efektif,” tandasnya.
Penulis: Marthina Marisan