
Jayapura, TopbNews.com – Sebanyak 350 siswa dari 38 SMP di Kota Jayapura ikuti Asesmen Nasional Berbasi Komputer (ANBK).
Penjabat Sekda Kota Jayapura memantau secara langsung ANBK jenjang SMP yang dilaksanakan serentak di kota Jayapura, Senin (18) 9).
“Kami melakukan monitoring pelaksanaan ANBK yang dilaksanakan serentak secara nasional di beberapa sekolah mulai dari distrik Heram sampai dengan distrik muara Tami. Dan di hari ini kami telah melihat kesiapan dari SMP YPPK St.Paulus Abepura, sebanyak 50 siswa tengah mengikuti ANBK pada sesi pertama menggunakan 2 ruang komputer,” kata Pj Sekda Kota Jayapura Roby Kepas Awi.
Dijelaskannya tujuan dari ANBK sendiri untuk melihat kesiapan sekolah dalam hal proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan selama ini untuk di evaluasi.

“Dan mereka yang mengikutinya merupakan anak-anak yang dipilih acak secara nasional, untuk melihat bagaimana kemampuan anak-anak dalam menyerap pelajaran yang di ajar oleh para guru. Tidak hanya itu kesiapan sekolah seperti infrastruktur pendukung dan lingkungan sekolah juga menjadi bagiaan dalam ANBK,” Ujarnya.
Dia menambahkan Kota Jayapura setiap tahun terus melakukan kegiatan ANBK. Ia berharap para guru untuk terus memotivasi para murid untuk semangat dalam belajar.
Kabid SMP Kota Jayapura, Yopie Hanuebi mengatakan, untuk kota Jayapura ada sebanyak 350 siswa dari 38 sekolah di kota Jayapura yang mengikuti ANBK.
“ANBK sebagai asesmen nasional untuk kita mengukur kesiapan dan kemampuan para siswa dari kelas 8. Dan para peserta ANBK sendiri dari tiap sekolah jumlahnya berbeda karena dipilih acak secara nasional.
Mengingat ANBK digelar secara online melalui jaringan internet, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Telkom dan PLN,” jelasnya.
Dia menegaskan hasil ANBK tidak berdampak pada penilaian rapor pendidikan siswa karena diukur secara nasional.
“Sebagai sekolah penggerak angkatan pertama di kota jayaoura, peserta yang mengikuti ANBK di SMP YPPK St. Paulus sebanyak 90 peserta terbagi dalam dua sesi. Siswa siswi berasal dari kelas 8 dan kelas 9 masing masing 45 siswa, 10 sebagai peserta cadangan,” ujar Maria Noviyanti, Kepala sekolah SMP YPPK St. Paulus Abepura.

Dia menerangkan ada beberapa kendala yang dihadapi pada ANBK tahun ini yakni terkait spek komputer.
“Sebenarnya kami punya 3 ruang laboratorium namun kami terkendala dengan spek komputer kami. Dimana ada beberapa komputer yang tidak memenuhi standar ANBK sehingga tahun ini kami menggunakan 2 ruang saja. Dan sebanyak 90 peserta ANBK , siswa siswinya harus dibagi dalam 2 sesi,” ungkapnya Maria.
Ia berharap dengan kehadiran pemerintah kota Jayapura dalam memantau proses ANBK ini, sekolahnya bisa mendapat bantuan perangkat komputer yang sesuai dengan standar. (*)
Penulis : NatYo