Peluncuran Buku “Sa Tanya? Kam Jawab E” Diharapkan Mampu Memperkaya Wawasan Umat GKI di Tanah Papua

Peluncuran Buku “Sa Tanya? kam Jawab E” Di jemaat Maranatha Kota oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu (foto: Marthina/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Dalam rangkaian perayaan HUT Pekabaran Injil (PI) ke-170 di Tanah Papua, Panitia menggelar Seminar dan Launching Buku berjudul “Sa Tanya? Kam Jawab E ” di Gedung Gereja GKI Maranatha Kota, Sabtu (1/2/2025).

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dan diikuti oleh puluhan peserta dari perwakilan 56 jemaat di Klasis Manokwari serta jemaat tamu wisata rohani.

Pendeta Hans Wanma, penulis buku, menjelaskan bahwa buku ini hadir sebagai upaya untuk memperkaya wawasan jemaat mengenai sejarah Gereja di Tanah Papua.

Ia menuturkan bahwa perjalanan sejarah Gereja sejak kedatangan zending pada tahun 1855 hingga saat ini telah melewati berbagai fase penting.

“Saya melihat ini sebagai suatu berkat karena selama 170 tahun kita seolah masih meraba-raba dalam mencari referensi sejarah gereja. Dengan adanya buku ini, 80 persen kebutuhan informasi dapat terpenuhi. Buku ini terbagi dalam 13 bagian yang membahas berbagai topik, seperti kapal-kapal yang digunakan oleh para zending, sejarah sinode, serta perkembangan gereja di Manokwari, Sorong, Wamena, dan kota-kota lainnya”, ujar Pdt. Hans Wanma kepada media ini.

Ia menambahkan bahwa ide penulisan buku ini muncul dari pengalaman pada tahun 1988-1990 saat mengikuti kompetisi cerdas tangkas yang sering kali berakhir dengan kekalahan.

Sehingga hal inipun mendorongnya untuk melakukan perjalanan keliling Papua ketika bertugas di Sinode Jayapura guna mengumpulkan informasi yang kemudian dituangkan dalam buku ini.

“Jadi Buku ini saya persembahkan sebagai hadiah bagi jemaat agar mereka memiliki pengetahuan tentang sejarah Gereja. Saya melihat generasi saat ini kurang tertarik pada sejarah dan lebih menyukai lagu-lagu di tenda. Dengan adanya buku ini, saya berharap lahir generasi baru yang mencintai sejarah dan menghargai perjuangan Otto dan Geissler, karena 170 tahun perjalanan Gereja bukan hal yang mudah”, katanya.

Ia menjelaskan, 170 Tahun adalah perjalanan yang panjang dimana para orang tua sebelumnya adalah generasi terakhir dari para zending dan generasi masa kini merupakan generasi yang berada di pertengahan.

“Jadi orang tua kita itu adalah generasi terakhir dari para zending dan generasi yang sekarang ini ada di pertengahan atau orang Biak Bilang itu “IWARAI” artinya generasi sekarang bingung mau kemana akhirnya mengikuti segala macam perkembangan dunia sehingga sejarah Gereja mulai punah”, ungkapnya.

Dirinya berharap, buku ini dapat merangsang pertumbuhan Generasi Muda GKI di Tanah Papua untuk mencintai sejarah Masuknya Terang Injil.

“Harapan saya semoga generasi muda yang sekarang ini harus mencintai sejarah GKI di Tanah Papua dan melalui buku ini anak-anak mulai di didik oleh Gereja untuk memahami perjalanan masuknya Injil ” Ujarnya.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, dalam kesempatan yang sama, mengapresiasi karya Buku yang telah ditulis oleh Pdt. Hans Wanma.

Ia mengatakan, buku ini berisi 1001 kisah yang berkaitan dengan Pekabaran Injil, yang dapat menjadi referensi penting bagi jemaat dan pendeta baik untuk keseharian maupun dalam melakukan Lomba Cerdas Cermat Alkitab (CCA).

“Saya sangat mengapresiasi Buku yang di tulis oleh Pdt.Hans Wanma dan saya selaku Ketua Sinode GKI di Tanah Papua menyarankan agar setiap pendeta meluangkan waktu untuk menulis catatan-catatan pelayanan mereka. Dengan begitu, kisah sejarah Gereja dapat terus terdokumentasi dengan baik. Saya berharap buku ini dapat menginspirasi semua orang,” ujar Pdt. Andrikus Mofu.

Menurutnya, Seminar dan Peluncuran Buku ini merupakan bagian dari perayaan HUT PI ke-170 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam penguatan literasi sejarah Gereja di Tanah Papua. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!