
Manokwari, Topbnews.com – Manokwari mencatat sejarah baru dengan keberhasilan 3.870 peserta dalam menulis ulang Alkitab secara serentak. Kegiatan ini diakui oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pencapaian luar biasa, sekaligus memperingati 170 tahun masuknya Injil di Tanah Papua, Sabtu (1/2).
Direktur Operasional MURI, Jusuf Ngadri, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. Ia menyebut bahwa penulisan Alkitab tersebut dimulai dari Kitab Kejadian hingga Wahyu, melibatkan ribuan peserta yang penuh semangat.
“Kami sangat bersyukur bisa menjadi saksi dari peristiwa ini. Ini adalah rekor pertama dalam sejarah MURI, meskipun di dunia kegiatan serupa pernah tercatat,” ujar Jusuf Ngadri di Manokwari.
Dari segi jumlah peserta, MURI mengakui bahwa rekor ini bahkan setara dengan tingkat dunia. Kegiatan penulisan Alkitab ini berlangsung selama satu jam dan tiga puluh detik. Sebelumnya, rekor serupa pernah dicatat dengan durasi 232 menit, namun jumlah pesertanya jauh lebih sedikit.
Menurut Jusuf, seharusnya penulisan bisa selesai dalam waktu lebih singkat, tetapi peserta sangat berhati-hati dalam menuliskan setiap ayat dengan tulisan tangan. Jika terjadi kesalahan, mereka dengan teliti mengulanginya.
“Mereka benar-benar mengimani dan menghargai setiap Firman Tuhan yang mereka tuliskan,” ungkap Jusuf.
Dalam perhitungan, sebanyak 131.131 ayat dibagi kepada 3.870 peserta. Rata-rata, setiap orang menuliskan sekitar 8 hingga 10 ayat.
Usai kegiatan, MURI menyerahkan Penghargaan Rekor kepada Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, dan Ketua PGGP Papua Barat, Pdt. Daniel Sukan.
Hasil akhir dari penulisan Alkitab ini kemudian diserahkan oleh Ketua PGGP Papua Barat, Pdt. Daniel Sukan, kepada Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Terpilih, Dominggus Mandacan, Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Papua Barat, Luksen Jems Mayor, Ketua GKI Klasis Manokwari, Pdt. Melkianus Warfandu, serta Ketua Panitia HUT Pekabaran Injil ke-170 Tahun di Tanah Papua, Derek Ampnir. (*/KY)