Pelni Jalin Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan

Manokwari,TopbNews.com – PT Pelni Cabang Manokwari, Papua Barat berupaya meningkatkan pelayanan dengan melakukan langkah-langkah koordinasi kepada para pemangku kepentingan.

Kepala Cabang Pelni Manokwari Yusuf mengatakan, transportasi laut masih menjadi pilihan utama masyarakat Manokwari untuk berpergian keluar daerah karena biaya murah.

“Terutama untuk berpergian intra Papua, kapal penumpang masih menjadi pilihan utama warga, sehingga kita perlu melakukan langkah agar warga bisa nyaman menggunakan transportasi laut,” kata Yusuf melalui press release Selasa (3/6/2025).

Ia mengatakan, salah satu langkah meningkatkan pelayanan adalah Pelni melakukan koordinasi pemangku kepentingan yang berhubungan transportasi laut seperti KSOP, Pelindo, Dinas Perhubungan serta instansi lain.

Rapat koordinasi digelar 2 Juni 2025 membahas memaksimalkan pelayanan kepada penumpang kapal laut dan pengguna jasa transportasi di Pelabuhan Manokwari.

Saat ini Manokwari telah dilayani tiga kapal penumpang Pelni yaitu KM Gunung Dempo, KM Dorolonda, dan KM Dobonsolo.

Ketiga kapal sandar di pelabuhan Manokwari sebanyak 12 kali dalam sebulan dan dimanfaatkan lebih dari 500 penumpang sekali sandar.

“Saat low season rata-rata penumpang kapal PELNI dari Manokwari berjumlah 500 orang setiap keberangkatan. Tapi saat peak season mencapai lebih dari 1.500 orang, sehingga hal ini membutuhkan perhatian,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi, Pelni menekankan agar pihak pelabuhan lebih memaksimalkan pelayanan dengan meningkatkan sarana dan prasaran di pelabuhan.

Daya tampung di terminal pelabuhan perlu diperluas, sehingga dapat memberikan kenyamanan penumpang.

Selain itu sarana penerangan di dermaga juga perlu ditingkatkan, sehingga memudahkan kapten bermanuver menambatkan kapal.

“Kita tentu menginginkan ke depan pelayanan di Pelabuhan Manokwari dapat bertransformasi menjadi jauh lebih baik lagi,” ujarnya. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!