Pegiat Kreatif Bintuni Apresiasi RUNGKRAF, Harap Dukungan Alat Modern dan Regenerasi

Bintuni, TopbNews.com – Sosialisasi Aplikasi Ruang Kreatif (RUNGKRAF) bagi pelaku Ekonomi Kreatif Papua Barat Tahun 2026 di Teluk Bintuni mendapat sambutan hangat pelaku usaha lokal.

Apresiasi datang dari Enggelbertus Kofiaga, pegiat kerajinan tradisional pengelola Sanggar Madutuy Irarutu.

Ia menilai sosialisasi ini menjadi angin segar agar produk khas daerah dikenal lebih luas, tidak hanya lokal hingga pasar internasional.

“Kita berusaha supaya barang-barang ini mendunia. Ini akan mengangkat dan membuat masyarakat tambah semangat. Kalau hanya lokal, nanti tinggal begitu-begitu saja,” ujar Enggelbertus.

Meski semangat menembus pasar luar tinggi, ia mengungkap tantangan. Proses pembuatan noken, tikar pandan, hingga olahan kulit kayu masih manual dan tradisional.

Ia berharap perhatian serius dan bantuan teknologi dari Pemda, khususnya Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Teluk Bintuni serta Disbudpar Papua Barat.

Alat bantu yang lebih canggih dibutuhkan untuk meningkatkan presisi dan nilai jual, seperti pengolahan serat kulit kayu agar lebih halus dan tipis sehingga bisa diolah menjadi pakaian, topi, hingga taplak meja.

Sanggar Madutuy Irarutu yang terhenti sejak 2020/2021 membutuhkan dukungan fasilitas, seperti lemari penyimpanan dan ruang kerja representatif agar mama-mama bisa kembali aktif menganyam bersama. Keberadaan sanggar di pinggir jalan utama diharapkan menarik perhatian wisatawan yang melintas.

Kerajinan Bintuni bernilai ekonomi tinggi. Noken Rp100.000-Rp200.000, topi kulit kayu Rp350.000, serta tikar pandan Rp500.000-Rp1.000.000 tergantung ukuran.

Selain ekonomi, Enggelbertus menekankan pentingnya muatan lokal (mulok) dan regenerasi bagi generasi muda agar warisan budaya seperti pembuatan tifa, tarian adat, dan lagu daerah tidak punah.

“Harapan kami, pemerintah tolong perhatikan kami karena kami bagian dari daerah ini. Dengan produk lokal, kami juga ikut membantu pemerintah membangun daerah dan mengangkat nama baik Kabupaten Teluk Bintuni ke dunia luar,” pungkasnya. (*)

Penulis: Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!