Musyawarah Adat Suku Besar Arfak ke-IV Dimaknai Sebagai Wadah Komunikasi

Pembukaan Kegiatan Musyawarah Adat Ke- IV Suku Besar Arfak Tahun 2023, Rabu 23/8/2023 (Foto : Marthina/TopbNews.com)

Mansel, TopbNews.com – Bertempat di Pendopo Baypas Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, digelar Pembukaan Kegiatan Musyawarah Adat Ke- IV Suku Besar Arfak Tahun 2023, Rabu (23/8).

mostbet

Turut hadir Pj Gubernur Provinsi Papua Barat, Paulus Waterpauw, Ketua DPR-PB, Orgenes Wonggor, Kepala Suku Besar Arfak, Domingggus Mandacan, Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, Bupati Manokwari Hermus Indou, Bupati Teluk Wondama, Hendrik Mambor, Bupati Teluk Bintuni, Perus Kasihiuw, Bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroy, Pj Ketua TP PKK Papua Barat, Ny. Roma Megawanty, Forkopimda dan Pimpinan, OPD baik dilingkup Provinsi Papua Barat dan Kabupaten.

Mewakili Kepala Daerah di 7 Kabupaten di Provinsi Papua Barat, Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran menyampaikan, adat adalah sumber segala hal.

Bupati Manokwari selatan, Markus Waran saat menyampaikan sambutan (Foto : Marthina/TopbNews.com)

“Kami tetap patuh dan taat kepada adat karena ada adat maka semuanya pun ada,” Tutur Bupati

Dikatakan Bupati Waran, dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk membedah sumberdaya alam di kaki gunung Pegunungan Arfak guna mendukung pembangunan di Provinsi Papua Barat serta dapat meningkatkan kualitas generasi anak adat.

Sebelumnya, Ketua Panitia yang diwakili oleh Sekretaris panitia, Edward Dowansiba mengatakan, suku Arfak terbagi dalam sub suku yaitu suku Hattam, Moiley, Sougb, Sougb Bohon, Meiyah, Moskona, Mpur, serta suku Karon.

“Suku Hattam dan Moiley mendiami Manokwari Selatan, Distrik Tanah Rubuh, Distrik Warnare, Prafi, Mokwam, Hingk, Minyambouw, Oransbari dan Ransiki. suku Meiyah menempati wilayah Manokwari Barat yaitu Sidey, Manokwari Utara, Manokwari Timur, Masni, Mubrani dan Testega. Suku Sougb mendiami Distrik Catubow, Didohu, Sururey, Anggi, Anggi Gida, Taige, Mumbey, dan sejumlah wilayah lainya di Provinsi Papua Barat,” Rincinya.

Sekertaris Panitia Musyawarah Daerah Suku Besar Arfak ke-IV, Edward Dowansiba saat menyampaikan laporan (Foto : Marthina/TopbNews.com)

Dikatakannya, Musyawarah Adat Suku Arfak ke-IV ini sebagai forum musyawarah adat suku besar dalam rangka mengevaluasi diri, program pembangunan dan interaksi sosial serta menjadi wahana komunikasi.

“Tujuan penyelenggaraan musyawarah adat suku Arfak adalah untuk membentuk badan pengurus dewan adat suku Arfak, mempersatukan perbedaan pendapat dan menyikapi dinamika politik pemilihan presiden serta penyusunan konsep pembangunan daerah terutama sumber daya alam dan sumber daya manusia,” Katanya.

Diketahui Musyawarah Adat Suku Arfak ke -IV tersebut dilaksanakan selama dua hari yakni pada tanggal 22- 23 Agustus 2023, dan dihadiri sebanyak 270 peserta. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!