
Manokwari, TopbNews.com – Transformasi digital dalam dunia kesehatan kini tak lagi menjadi wacana eksklusif di kota besar. BPJS Kesehatan membuktikan bahwa layanan berbasis teknologi juga dapat menjangkau hingga pelosok daerah, salah satunya melalui pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN.
Aplikasi ini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah seperti Manokwari, Papua Barat, yang selama ini memiliki tantangan geografis dalam mengakses layanan kesehatan.
Miriam Wamafma (35), warga Distrik Warmare dan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), menjadi salah satu contoh nyata dari keberhasilan digitalisasi layanan ini. Ia mengisahkan bagaimana aplikasi Mobile JKN membantunya saat mendampingi suaminya yang menjalani perawatan di rumah sakit beberapa waktu lalu.
“Petugas BPJS datang saat suami saya dirawat. Mereka menjelaskan tentang aplikasi Mobile JKN, dan saya langsung mencoba. Ternyata sangat membantu. Sekarang saya tidak perlu jauh-jauh ke kantor BPJS hanya untuk tanya iuran atau antre berobat,” ujar Miriam.
Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur yang sangat relevan bagi peserta JKN, terutama yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan atau kantor pelayanan. Fitur seperti antrean online, informasi ketersediaan tempat tidur, hingga kartu JKN digital membuat proses layanan kesehatan menjadi lebih cepat, efisien, dan terjangkau.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, dr. Dwi Sulistyono Yudo, menyebutkan bahwa kemajuan teknologi ini menjadi jawaban atas keterbatasan akses di daerah seperti Papua Barat.
“Kami sadar kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri. Maka dari itu, kehadiran Mobile JKN merupakan bentuk adaptasi layanan kami agar bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali,” jelas Dwi.
Ia menambahkan, berbagai pengembangan fitur akan terus dilakukan.
“Kami sedang mempersiapkan penguatan edukasi digital agar masyarakat di daerah tidak hanya tahu, tapi juga terampil menggunakan aplikasi ini,” katanya.
Miriam berharap BPJS Kesehatan terus memperluas sosialisasi penggunaan aplikasi Mobile JKN, terutama bagi masyarakat pedesaan. Menurutnya, aplikasi ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang keadilan akses terhadap hak dasar: layanan kesehatan.
“Dulu kami merasa jauh dari layanan, sekarang cukup dari ponsel, semuanya bisa dilakukan. Ini perubahan besar bagi kami,” tutup Miriam penuh haru. (rls)