Mimpi Besar Sadan Ateta Menuju Cepu

Sadan Ateta saat memberikan keterangan kepada TopbNews.com di halaman kantor Bupati Kabupaten Teluk Bintuni (Foto: Tesan/TopbNews.com)

Bintuni, TopbNews.com – Semangat dan rasa haru mewarnai pelepasan 15 peserta Apprenticeship Program Tahun 2026. Di balik seremoni resmi tersebut, tersimpan tekad kuat para putra-putri daerah untuk kembali dan menjadi bagian penting dalam pembangunan industri migas di Kabupaten Teluk Bintuni.

mostbet

Salah satu peserta terpilih, Sadan Ateta, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya karena lolos dalam seleksi tersebut.

Menurutnya, kesempatan ini bukan sekadar program pelatihan, melainkan amanah besar yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.

“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena boleh menjadi salah satu dari 15 peserta yang terpilih. Ini kesempatan yang luar biasa bagi saya secara pribadi, keluarga, dan juga daerah. Saya punya motivasi untuk kembali ke Teluk Bintuni sebagai tenaga yang handal, profesional, dan bisa menjadi panutan bagi keluarga serta generasi muda di daerah ini”, ujar Sadan kepada media ini.

Ia menegaskan, bersama rekan-rekannya akan pulang dengan ilmu dan kebanggaan.

“Kami pergi untuk belajar dan mempersiapkan diri. Harapan saya, setelah menyelesaikan semua tahapan pelatihan, saya bisa kembali dan mengambil bagian dalam pembangunan di sektor migas. Saya juga mohon dukungan dan doa dari keluarga serta masyarakat agar saya dimampukan menyelesaikan seluruh proses yang akan dijalani”, tambahnya.

Tak lupa, Sadan menitipkan pesan kepada generasi muda Teluk Bintuni agar tidak mudah menyerah dalam menggapai cita-cita.

“Untuk generasi muda Teluk Bintuni, terus semangat dan terus kembangkan kapasitas diri. Jangan pernah pantang menyerah. Kesempatan itu ada bagi siapa saja yang mau berusaha dan mempersiapkan diri dengan baik”, pesannya.

Apresiasi untuk Pemerintah dan Genting Oil

Ucapan terima kasih juga disampaikan Martinus Agova, salah satu perwakilan keluarga peserta.

Martinus Agova Perwakilan Orang tua Peserta saat memberikan keterangan Kepada TopbNews. com (Foto : Tesan/TopbNews.com)

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan pihak Genting Oil yang telah membuka ruang bagi anak-anak asli daerah untuk mengikuti program tersebut.

Menurutnya, kebijakan ini patut diapresiasi karena melibatkan anak-anak asli dari tujuh suku, khususnya yang berada di tiga wilayah sekitar area operasi migas.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan juga Genting Oil. Ini kebijakan yang baik karena benar-benar melibatkan anak-anak asli dari tujuh suku, terutama di tiga wilayah sekitar area pertambangan migas. Ini bukti bahwa masyarakat lokal diberi ruang untuk berkembang”, ungkap Martinus.

Ia juga mengaku puas dengan proses seleksi yang telah dilaksanakan hingga menghasilkan 15 peserta terbaik, termasuk cucunya yang turut terpilih.

“Saya melihat proses seleksi berjalan dengan baik dan transparan. Karena itu kami merasa bangga ketika cucu kami bisa terpilih bersama peserta lainnya. Ini kebanggaan bagi keluarga dan juga kampung”, katanya.

Martinus pun menitipkan pesan tegas kepada seluruh peserta agar menjalani pelatihan dengan sungguh-sungguh dan selalu mengandalkan Tuhan.

“Saya berharap anak-anak ini belajar dengan giat, tetap semangat, dan selalu andalkan Tuhan dalam segala hal. Jangan ada yang menyerah di tengah jalan. Kalau berangkat 15 orang, maka harus kembali juga 15 orang, lengkap dan berhasil. Kami ingin mereka pulang sebagai SDM unggul yang siap bekerja dan mengharumkan nama daerah serta keluarga”, tegasnya.

Program Apprenticeship ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda Teluk Bintuni agar mampu bersaing dan mengambil peran strategis di sektor migas, sekaligus memastikan bahwa keberadaan industri benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat asli Papua, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni. (*)

Penulis : Marthina marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!