
Manokwari, TopbNews.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Papua Barat menargetkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp500 juta selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Target tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap berbagai program sosial dan pemberdayaan yang dijalankan lembaga tersebut.
Pelaksana Tugas Ketua Baznas Papua Barat, Sali Pelu, mengatakan bahwa Ramadan merupakan momentum utama dalam pengumpulan zakat setiap tahunnya.
Ia menyebutkan, secara nasional sekitar 30 persen dari total pengumpulan zakat dalam satu tahun biasanya terkumpul di bulan suci Ramadan.
“Di bulan Ramadan ini gairah dan semangat orang untuk berzakat, infak, dan sedekah itu sangat tinggi. Secara nasional, rata-rata sekitar 30 persen dari total pengumpulan setahun terjadi di Ramadan. Tren ini juga terjadi di Papua Barat. Karena itu kami sangat optimis target Rp500 juta bisa tercapai”, ujar Sali Pelu.
Pada tahun sebelumnya, Baznas Papua Barat menargetkan Rp300 juta dan hampir mencapai angka tersebut. Melihat capaian itu serta meningkatnya partisipasi masyarakat, tahun ini target dinaikkan secara signifikan menjadi Rp500 juta.
“Target ini memang cukup tinggi, tetapi menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih maksimal. Kepercayaan masyarakat kepada Baznas terus meningkat. Ini yang membuat kami yakin, walaupun kondisi ekonomi saat ini kurang stabil, semangat berbagi umat Islam tetap kuat”, tambahnya.
Untuk mendukung pencapaian target, Baznas Papua Barat membuka gerai zakat di tujuh titik strategis, di antaranya di Polda, Arfai, Jalan Baru, Alfamart, Kantor Baznas, dan Marina.
Selain itu, pihaknya juga berupaya membuka gerai tambahan di Manokwari City Mall pada hari-hari terakhir Ramadan. Sejumlah gerai mulai beroperasi sekitar tanggal 15 Ramadan.
Baznas juga merekrut 13 relawan yang telah mendapatkan pembekalan selama dua hari sebelum diterjunkan ke titik-titik gerai.
“Kami menyiapkan relawan yang sudah dibekali pemahaman tentang fiqih zakat, etika pelayanan, serta sistem pelaporan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan para muzakki”, tegas Sali.
Dalam program distribusi, Baznas Papua Barat berkolaborasi dengan Baznas RI.
Tahun ini akan disalurkan lebih dari 4.000 paket Beras Fitrah di seluruh Papua Barat. Sebanyak 990 paket di antaranya diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Prafi, Manokwari.
Selain itu, terdapat 250 Paket Ramadan Bahagia yang akan dibagikan 10 hari sebelum Lebaran di wilayah kota. Program tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.
Tak hanya penyaluran bantuan bahan pokok, Baznas juga menggelar program sosial lainnya. Pada tanggal 7 Ramadan mendatang, Baznas akan mengadakan pelayanan ganti oli gratis bagi 100 motor di halaman Masjid Ridwanul Bahri.
“Program ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga bentuk kehadiran Baznas di tengah masyarakat. Kami ingin zakat benar-benar dirasakan manfaatnya secara luas dan langsung”, jelas Sali.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke sejumlah instansi pemerintah dan lembaga vertikal. Salah satunya baru saja dilakukan di Basarnas.
“Kami akan terus mengajak masyarakat, khususnya umat Islam di Papua Barat, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas. Dengan pengelolaan yang amanah dan profesional, kami ingin memastikan setiap rupiah yang dititipkan dapat memberi dampak nyata bagi mustahik”, pungkasnya.(Red)