
Bintuni, TopbNews.com – Lomba Pidato Bahasa Inggris digelar untuk memeriahkan HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni di Aula Disdikbudpora Teluk Bintuni, Jl. Raya Bintuni Km. 7, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan ini diikuti pelajar SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Teluk Bintuni. Tujuannya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, melatih kepercayaan diri, serta mengembangkan potensi akademik generasi muda.
Koordinator lomba Habiba Malawat, mengatakan lomba menjadi wadah siswa menunjukkan kemampuan public speaking dan penguasaan bahasa asing.

“Lomba ini bagian dari kemeriahan HUT Teluk Bintuni sekaligus sarana peserta didik mengembangkan komunikasi, berpikir kritis, dan tampil percaya diri,” ujarnya.
Tiap peserta berpidato dalam bahasa Inggris selama 5–7 menit. Penilaian mencakup penguasaan materi, tata bahasa, pelafalan, teknik penyampaian, dan kepercayaan diri.
Asisten III Setda Teluk Bintuni sekaligus Ketua Panitia HUT ke-23, Jacomina Jane M. Fimbay, membuka acara. Ia menyebut sekolah sebagai laboratorium pembentuk masa depan.

“Sekolah adalah tempat membentuk masa depan. Dari tangan para guru akan lahir pemimpin bangsa,” kata Jacomina yang pernah mengajar bahasa Inggris 26 tahun.
Menurutnya, bahasa Inggris kini menjadi kebutuhan penting di era globalisasi. “Bahasa Inggris membuka peluang pendidikan dan dunia kerja. Anak-anak kita harus mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Jacomina mengapresiasi panitia karena memberi kesempatan yang sama bagi peserta dari berbagai distrik. “Terobosan panitia luar biasa. Kondisi geografis bukan lagi penghalang anak-anak kita berprestasi,” katanya.
Dewan juri terdiri dari tiga akademisi dan praktisi: Hengki Mofu, akademisi senior Universitas Papua, mantan Dekan FKIP UNIPA dan Kepala UPT Bahasa UNIPA; Ferdinan Fransiskus, lulusan TESOL University of Rochester, AS, Widyaiswara Ahli Pertama BGTK Papua Barat; dan Gloria Ferdinanda M. Awak, alumni Sampoerna University dan University of Arizona dengan pengalaman internasional di AS dan Prancis.
Pemkab Teluk Bintuni berharap lomba ini melahirkan generasi muda yang unggul akademik dan memiliki kemampuan komunikasi global untuk membawa nama daerah ke level lebih tinggi.
Penulis: Marthina Marisan